Pamekasan – Minggu, 06 Juli 2025. Dalam rangka mendukung program Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang digagas oleh Bank Sentral Indonesia (BI) untuk mendorong masyarakat bertransaksi menggunakan pembayaran non tunai (cashless).
GNNT bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat transaksi non tunai, seperti kemudahan, keamanan, dan efisiensi, serta mendukung terwujudnya less cash society dan inklusi keuangan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 27 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Gopay Merchant: QRIS Gratis, UMKM Laris!” yang berfokus pada pengenalan dan pembuatan sistem pembayaran digital QRIS. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.
Meskipun kegiatan dimulai pada pukul 7 malam hari, antusias yang tinggi terlihat dari kedatangan para pelaku UMKM di sekitar balai desa dan pasar. Dihadiri oleh sekitar 30 orang termasuk pelaku UMKM, kepala desa Waru Timur, ibu-ibu PKK dan perwakilan anggota karang taruna yang menunjukkan semangat yang tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab serta diskusi. Banyak dari mereka yang tertarik dan ingin membuat QRIS (Quick Response Indonesian Standart) untuk usaha mereka.

Dalam pemaparannya, Elva, pemateri 1 dari tim KKN, menjelaskan bahwa QRIS merupakan sistem pembayaran berbasis kode QR yang telah distandarisasi oleh Bank Indonesia. Dengan satu kode QRIS, pelaku usaha bisa menerima pembayaran dari berbagai aplikasi keuangan.
Adapun aplikasi yang dibutuhkan untuk membuat QRIS adalah Gopay Merchant. Aplikasi keluaran GoTo Finance (Perusahaan Gojek Tokopedia) menawarkan pembuatan QRIS secara gratis dan mudah hanya dengan beberapa syarat seperti KTP, NPWP, Nomor HP yang aktif di Whatsapp (WA) dan Rekening atas nama pemilik usaha. Kemudahan ini tentunya sangat bermanfaat untuk para pedagang atau penyedia jasa.
Beberapa manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha antara lain; tidak perlu menyiapkan uang kembalian, lebih praktis dan cepat menerima pembayaran, catatan transaksi secara otomatis dan lebih rapi serta mengurangi resiko uang palsu.
Selain itu, terdapat manfaat yang dirasakan oleh konsumen seperti lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai atau dompet yang tebal, fleksibel karena terdapat lebih dari 66 bank dan non-bank yang mendukung QRIS.
Beberapa bank seperti Bank BRI, BCA, BSI, BNI, Mandiri, Seabank dan sebagainya. Non-bank seperti Gopay, OVO, Shopee pay, Dana dan lain-lain.
“Kemudahan seperti ini diharapkan memberi dampak pada kemajuan serta perputaran ekonomi yang baik bagi pelaku usaha di desa Waru Timur” ujar Elang selaku pemateri 2 dari tim KKN pada sosialisasi ini.
Kepala Desa Waru Timur, Solehudin, S.E., yang turut hadir dalam acara, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa. Ia menyatakan bahwa literasi digital adalah salah satu kebutuhan penting masyarakat desa saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Di era modern ini, masyarakat desa juga harus melek teknologi, terutama dalam hal pembayaran digital. Ini bisa membantu mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan daya saing UMKM desa,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat. Ketua PKK Desa Waru Timur menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Ia bahkan menawarkan bantuan untuk mendampingi pelaku usaha di lingkungannya dalam proses pendaftaran QRIS
“Saya siap membantu ibu-ibu pedagang kecil serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) agar bisa ikut serta membuat QRIS. Ini sangat membantu mereka dalam pengelolaan keuangan dan transaksi harian,” ungkapnya.
Tak kalah antusias, Karang Taruna Desa Waru Timur juga menyatakan kesiapan mereka untuk membantu penyebaran informasi dan pendampingan teknis di seluruh dusun yang ada.
“Kami akan membantu agar informasi ini sampai ke semua warga, terutama di sepuluh dusun desa Waru Timur dimulai dari dusun terdekat, dusun kendal, sobih, sungai raja hingga ke yang terjauh dusun gunung timur atau co’ gunung bawah” ujar salah satu perwakilan Karang Taruna.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat ekonomi digital. Mereka juga membuka kemungkinan untuk mendampingi masyarakat lebih lanjut bila dibutuhkan.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi transformasi ekonomi digital di Desa Waru Timur dan sekitarnya,” tutup Elang.


