POJOKSURAMADU.COM – Suasana hangat penuh semangat menyelimuti malam kebersamaan antara mahasiswaKuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 29 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersamaanggota IPNU dan IPPNU Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara mahasiswa, pemuda desa, serta pihak desa yang didukung penuh oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Kepala Desa Tumpang.
Acara ini mengusung konsep edukatif dan rekreatif, diawali dengan sesi pengenalanprofil Universitas Trunojoyo Madura. Para mahasiswa KKN Kelompok 29 menyampaikaninformasi lengkap seputar kampus mereka, mulai dari sejarah pendirian, berbagai fakultas dan program studi yang ditawarkan, jalur penerimaan mahasiswa baru, hingga berbagai fasilitas sertaaktivitas kemahasiswaan di UTM. Tak hanya itu, mereka juga berbagi pengalaman pribadiselama menempuh pendidikan di UTM, termasuk kiat-kiat meraih beasiswa dan mengembangkan diri di organisasi kampus. Para anggota IPNU dan IPPNU tampak antusiasmengikuti kegiatan ini. Sesi tanya jawab berlangsung hidup dan diselingi canda tawa yang mencairkan suasana.
Kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Dosen Pembimbing Lapangan, BapakHelmy BOEMIY. S.H.,M.H, yang sejak awal mendorong mahasiswa bimbingannya untuk tidakhanya mengabdi secara teknis, tetapi juga memberi inspirasi dan dampak jangka panjang kepadamasyarakat, khususnya pemuda. Peran beliau sangat besar dalam membimbing jalannyakegiatan, menyarankan pendekatan yang komunikatif, dan memastikan kegiatan berlangsungdengan baik dan tertata.
Kepala Desa Tumpang juga memberikan dukungan nyata, baik dalam bentuk moral maupun fasilitas. Dalam sambutannya sebelum acara dimulai, Kepala Desa menyampaikanapresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 29 UTM yang telah berinisiatif mengajak generasimuda desa untuk mengenal dunia perkuliahan.
Baca juga : Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura Sosialisasikan QRIS ke Pelaku UMKM di Desa Bandang Dajah
Setelah sesi edukasi selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan bakar-bakar sebagaisimbol kebersamaan. Mahasiswa KKN dan para pemuda desa saling bekerja sama menyiapkanbahan, memasak, dan menyantap makanan bersama dalam suasana santai dan penuhkekeluargaan. Gelak tawa, cerita ringan, dan semangat kebersamaan terasa begitu kuat sepanjangmalam.
Tak berhenti di situ, malam tersebut ditutup dengan nonton film bareng yang makinmempererat ikatan emosional antara mahasiswa dan warga desa. Film yang ditayangkan tidakhanya menghibur, tetapi juga memberi pesan moral tentang pentingnya kerja keras dan pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan program KKN yang tidak hanyaberfokus pada proyek fisik atau administratif, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan psikologismasyarakat. Melalui pendekatan yang hangat dan inspiratif, mahasiswa KKN kelompok 29 Universitas Trunojoyo Madura berhasil membangun komunikasi yang kuat dengan generasimuda desa, mendorong tumbuhnya semangat belajar, serta memperkenalkan dunia kampussecara dekat dan menyenangkan.
Dengan dukungan dari DPL, perangkat desa, serta antusiasme warga, khususnya pemudaIPNU dan IPPNU, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus dan penuh semangat.


