kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

KKN 08 Universitas Trunojoyo Madura Gencarkan Penggunaan QRIS lewat Sosialisasi Door to Door di Toko-Toko Desa Sana Tengah

Pamekasan, 13 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 08 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) aktif menggencarkan program digitalisasi ekonomi di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, melalui program kerja sosialisasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Kegiatan ini dilakukan secara langsung dengan metode door to door ke toko-toko milik warga desa, Upaya tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi dalam memperluas literasi pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM lokal desa.

Sosialisasi QRIS ini merupakan bagian dari program penguatan literasi digital dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN sebagai respon terhadap perkembangan sistem pembayaran yang semakin modern dan efisien.

Pendampingan Proses Pendaftaran Akun QRIS 
di Toko Bangunan Sumber Rezeki Melzy
Pendampingan Proses Pendaftaran Akun QRIS di Toko Bangunan Sumber Rezeki Melzy

QRIS sendiri adalah sistem pembayaran berbasis QR Code yang distandarisasi oleh Bank Indonesia (BI) dan digunakan untuk memfasilitasi transaksi non-tunai melalui satu kode yang bisa diakses di berbagai penyedia layanan pembayaran digital seperti DANA, OVO, GoPay, ShopeePay, LinkAja, bahkan M-Banking.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN secara langsung mendatangi toko-toko dan warung yang tersebar di wilayah Desa Sana Tengah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada para pemilik usaha. Tim KKN menjelaskan secarai detail mulai dari kelebihan menggunakan QRIS, cara mendaftar, mengaktifkan akun QRIS, serta mempraktikkan penggunaannya dalam transaksi jual beli sehari-hari.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan QRIS, seperti keamanan transaksi, kemudahan transaksi, pencatatan keuangan yang lebih rapi, hingga jangkau konsumen dari kalangan generasi muda yang sudah terbiasa dengan metode pembayaran digital dalam kegiatan transaksi sehari-hari.

Salah satu mahasiswa KKN 08, Adelia Putri, menyampaikan bahwa respon masyarakat sangat positif, meskipun masih ada beberapa yang belum memahami tentang pembayaran digital serta cara kerja QRIS.

“Awalnya memang beberapa pemilik toko merasa ragu karena belum terbiasa menggunakan aplikasi pembayaran digital. Tapi setelah kami jelaskan satu per satu dan bantu menginstal aplikasinya serta proses pendaftarannya, mereka mulai antusias dan bahkan langsung disimulasikan transaksi pertama oleh teman-teman KKN,” ungkapnya

Menurut Ketua Kelompok KKN 08, Suhartono, pendekatan door to door dipilih sebagai strategi yang cocok karena dianggap lebih efektif dalam membangun komunikasi personal dan menjawab keraguan warga secara langsung.

“Pendekatan ini memungkinkan kami untuk menjelaskan dengan bahasa yang sederhana, agar lebih mudah dipahami oleh pemilik toko. Ini jauh lebih efektif daripada hanya menggunakan media power point atau sosialisasi masal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Sana Tengah, Bapak Syafiie, mengapresiasi program digitalisasi mahasiswa KKN 08 Universitas Trunojoyo Madura yang telah mengenalkan teknologi pembayaran digital langsung ke masyarakat. Ia berharap kehadiran QRIS ini bisa menjadi awal yang baik bagi transformasi ekonomi digital di Desa Sana Tengah.

Simulasi Transaksi menggunakan QRIS di Toko Diana
Simulasi Transaksi menggunakan QRIS di Toko Diana

“Kami melihat anak-anak KKN dari kampus UTM ini punya semangat yang luar biasa untuk membangun desa. Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini karena memang masih banyak warga yang belum mengetahui teknologi digital,” tuturnya.

Program ini juga menjadi ajang edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi. Di tengah pesatnya digitalisasi, pengetahuan untuk menggunakan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang ingin memperluas jangkauan pasar mereka.

Dengan adanya program ini, diharapkan pelaku UMKM dan pemilik toko di Desa Sana Tengah tidak hanya mampu menggunakan QRIS, tetapi juga dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Mahasiswa KKN 08 juga memberikan nomor yang dapat dihubungi oleh pemilik toko apabila terjadi kendala atau ketika pemilik toko kurang memahami fitur aplikasinya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat mendorong percepatan transformasi digital yang inklusif dan memberdayakan. 

Mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga menjadi jembatan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal dan menciptakan desa yang lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img