kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKN 02 UTM Gelar Sosialisasi Optimalisasi Hasil Pertanian dengan Pemanfaatan Pupuk Organik di Desa Tlonto Ares, Pamekasan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 02 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Hasil Pertanian dengan Pemanfaatan Pupuk Organik” pada Rabu, 2 Juli 2025, di Balai Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN 02 UTM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan petani lokal dalam mengelola sektor pertanian secara lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Fokus kegiatan tertuju pada pentingnya pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih aman, murah, dan mendukung keseimbangan ekosistem tanah, dibandingkan penggunaan pupuk kimia sintetis yang berlebihan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah petani, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa isu pertanian ramah lingkungan kini semakin mendapatkan perhatian luas.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa (Kordes) KKN 02 UTM, Abed, menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam dunia pertanian saat ini adalah degradasi kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan tidak terkontrol. Menurutnya, hal ini dapat diatasi melalui pergeseran menuju sistem pertanian organik yang mengutamakan kelestarian sumber daya alam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat bahwa pupuk organik bukan hanya sekadar alternatif, tapi solusi nyata dalam meningkatkan hasil pertanian tanpa mengorbankan kesehatan tanah dan lingkungan,” ujar Abed dalam sambutannya.

Kegiatan sosialisasi ini turut mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Sejak hari pertama pengabdian masyarakat dimulai, saya selalu menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, perangkat desa, dan stakeholder lokal. Mahasiswa bukan hanya datang untuk mengabdi, tetapi untuk belajar bersama, mendengar, dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada di desa,” tegas Dr. Haryo. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini dapat mendorong terciptanya inovasi pertanian berbasis partisipasi dan berkelanjutan.

Dalam sesi utama, sosialisasi diisi oleh pemaparan dari mahasiswa Fakultas Pertanian UTM yang memberikan materi seputar jenis-jenis pupuk organik, cara pembuatan pupuk cair dan padat dari limbah organik rumah tangga dan pertanian, serta mekanisme kerja pupuk tersebut dalam memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroba. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan bertanya terkait teknik aplikasi yang sesuai untuk kondisi lahan pertanian mereka.

Selain pemaparan materi utama mengenai pupuk organik, mahasiswa juga menyampaikan informasi tambahan mengenai pemanfaatan agen hayati sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan.

Penjelasan ini mencakup peran baktri Bacillus thuringiensis yang mampu menghasilkan toksin khusus untuk larva serangga dan cendawan Beauveria bassiana yang menyerang hama melalui permukaan tubuhnya. Keduanya dikenal efektif dalam mengatasi serangan hama ulat grayak (Spodoptera litura) yang kerap merusak daun tanaman jagung.

Meski tidak dilakukan dalam bentuk praktik langsung di lapangan, penjelasan ini diharapkan dapat membuka wawasan petani mengenai alternatif pengendalian hama berbasis hayati yang aman bagi lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Kepala Desa Tlonto Ares turut hadir dan memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan edukatif ini. “Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa dalam memberikan ilmu baru kepada masyarakat kami.

Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di desa kami,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 02 UTM tidak hanya menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan, khususnya di sektor pertanian. Sosialisasi ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi tepat guna yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Harapannya, wawasan yang diperoleh dalam sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi para petani dalam mengembangkan usaha taninya ke arah yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Desa Tlonto Ares diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pertanian organik yang berhasil dan berdampak luas bagi daerah sekitarnya.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img