BANGKALAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T)Universitas Trunjoyo Madura telah meresmikan dan memulai proses persiapan kolam budidaya Ikan Lele dengan sistem Bioflok di mitra King Lele Farm.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inovasi teknologi perikanan yang efisien dan ramah lingkungan menggunakan aplikasi probiotik ikan yang diinduksikan dalam pakan pelet.
Persiapan kolam yang dilakukan meliputi pembersihan kolam terpal, pengisian air, instalasi sistem aerasi (pengudaraan) yang vital untuk sistem bioflok, serta proses inisiasi air.
Berikut merupakan beberapa tahapan persiapan kolam bioflok yang dilakukan oleh mahasiswa-i program studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Trunojoyo Madura.
Tim Pengusul KKN-T, Bapak Abdus Salam Junaedi S.Si., M.Si menjelaskan bahwa sistem bioflok dipilih karena beberapa keunggulannya. “Bioflok memungkinkan kita membudidayakan lele dengan kepadatan tinggi, hemat air karena minim pergantian, dan yang paling penting, limbah pakan dapat didaur ulang menjadi pakan alami oleh bakteri.
Hal ini diharapkan dapat menekan biaya pakan yang sering menjadi kendala utama peternak” ujarnya.
Cinta Marshanda, mahasiswa KKN-T menjelaskan bahwa pada saat persiapan kolam di tahap pembersihan kolam menggunakan sabun dengan tujuan agar kolam terpal terhindar dari kontaminasi mikroorganisme patogen yang dapat membawa penyakit pada ikan lele dari sisa budidaya sebelumnya.
Setelah itu, pengisian air dilakukan setinggi 30 cm dengan diberi garam krosok yang dilanjutkan dengan proses fermentasi selama 1 minggu.

“Pemberian garam ini bertujuan untuk mensterilkan air dari kemungkinan adanya spora-spora fungi atau jamur yang beterbangan dan masuk di dalam air sehingga air yang ditambahkan ke dalam kolam menjadi lebih steril. Selain itu, juga bertujuan untuk menjaga agar tekanan osmotik air yang ada di kolam perairan menjadi seimbang dengan kebutuhan ion Na+ dan Cl– yang dibutuhkan oleh tubuh ikan lele” tambah Putri Ajeng, Mahasiswa KKN-T.
Abdus Salam Junaedi, S.Si., M.Si menyampaikan materi dan sosialisasi budidaya perikanan menggunakan sistem bioflok
Kemudian dilakukan pemasangan aerasi dan air stone di setiap kolam. ”pemasangan instalasi sistem aerasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah sirkulasi air dan pengadukan flok yang terbentuk selama proses fermentasi dan tahap pemeliharaan kolam” Ungkap Madkholiq. M. Rifli juga menambahkan bahwa instalansi tersebut juga dapat mencegah penumpukan limbah beracun yang berada di dasar kolam”.
Pada tahap penebaran probiotik di kolam budidaya sistem bioflok King lele Farm menggunakan probiotik Fiysh Pro. Probiotik ini merupakan probiotik yang dikembangkan oleh Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Perarian, Jurusan Kelautan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura sekaligus inovator dan pengusul kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu Bapak Abdus Salam Junaedi S.Si., M.Si dari tahun 2020. Probiotik ini diharapkan memberikan hasil yang terbaik untuk mitra King Lele Farm.
Talitha Aulia mengatakan bahwa pemberian probiotik ini mampu menginisiasi tumbuhnya pakan alami berupa fitoplankton yang baik dan menguntukan untuk ikan serta mampu menguraikan kandungan amonia yang berbahaya bagi kesehatan ikan lele di kolam.

”Probotik juga mampu mempercepat pertumbuhan ikan dan menjaga kesehatan ikan melalui mekanisme pembentukan sistem imun yang baik oleh kolonisasi bakteri probiotik ikan yang melapisi saluran pencernaan ikan lele ketika mengalami infeksi oleh mikroba patogen” Tambah Devita Mega Mahasiswa KKN-T.
Bapak Abdus Salam Junaedi S.Si., M.Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T, menambahkan bahwa program ini bukan hanya sekadar budidaya, tetapi juga transfer teknologi. “Kami berharap setelah masa KKN ini selesai King Lele Farm dapat melakukan budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok secara berkelajutan.” katanya.
Program ini disambut antusias oleh Bapak Faruq, Bapak Khoirul, dan Bapak Junaedi selaku Perintis King Lele Farm. “Inovasi lele bioflok ini diharapkan dapat menekan biaya pakan sehingga para peternak lele di Desa Tengket dapat lebih sejahtera” ujarnya.
Diharapkan, proyek percontohan ini sukses dan menjadi model bagi pengembangan budidaya perikanan lele di wilayah Desa Tengket, Kecamatan Arosbayasecara lebih luas.


