Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kelompok 26 secara resmi menutup rangkaian kegiatan KKN mereka dengan menggelar acara penutupan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh program kerja yang telah dijalankan selama masa pengabdian di desa lokasi KKN, sekaligus menjadi momen perpisahan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Acara penutupan KKN ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga desa yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Suasana semakin semarak dengan dihadirkannya kesenian tradisional Ul Daul Semut Ireng, salah satu kesenian khas Madura yang sarat akan nilai budaya dan kebersamaan.
Dentuman alat musik tradisional dan irama khas Ul Daul berhasil menarik perhatian masyarakat dan menciptakan suasana meriah di lokasi acara.
Koordinator KKN UTM Kelompok 26 dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan KKN, khususnya kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan hangat.
Ia juga menyampaikan bahwa pertunjukan Ul Daul Semut Ireng dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus upaya melestarikan kesenian daerah agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.


“Selama kurang lebih satu bulan kami berada di desa ini, banyak pengalaman, pembelajaran, dan kebersamaan yang kami rasakan. Melalui penutupan KKN ini, kami ingin memberikan kenangan yang berkesan bagi masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan kesenian Ul Daul yang menjadi identitas budaya Madura,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa Kelompok 26 telah menjalankan berbagai program kerja di berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial kemasyarakatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program-program tersebut meliputi kegiatan bimbingan belajar bagi anak-anak, kerja bakti lingkungan, sosialisasi pentingnya kebersihan dan kesehatan, serta partisipasi dalam kegiatan masyarakat desa. Seluruh kegiatan tersebut mendapat respons positif dan dukungan penuh dari warga setempat.
Kepala desa setempat juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa KKN UTM Kelompok 26. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari segi pengetahuan, semangat gotong royong, maupun kepedulian sosial. Ia berharap apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa dapat terus dilanjutkan dan bermanfaat bagi masyarakat ke depannya.
Acara penutupan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan berakhirnya kegiatan KKN ini, mahasiswa UTM Kelompok 26 berharap tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga, serta pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.


