kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKNT UTM Mengembangkan Melon Unggul di Lahan Kering Madura

Pamekasan, Madura — Lima mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) berhasil mengembangkan budidaya melon unggul di lahan kering Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan yang berlangsung selama empat bulan, sejak Agustus hingga November 2025, ini menjadi bagian dari implementasi ilmu agroekoteknologi di wilayah dengan karakteristik lahan marginal dan keterbatasan sumber air.

Program ini berfokus pada pengembangan varietas melon yang adaptif terhadap kondisi tanah kering serta efisien dalam penggunaan air melalui penerapan teknologi mulsa plastik dan sistem irigasi tetes (drip irrigation).

Koordinator kelompok KKNT, Maria Ulfa, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada transfer teknologi dan pemberdayaan masyarakat tani.

“Kami berupaya agar petani di Pasean dapat mengadopsi teknik budidaya melon unggul yang ramah lingkungan dan hemat air. Hasil panen uji coba menunjukkan pertumbuhan yang optimal meski pada musim yang tidak menentu,” ujarnya.

Dosen pembimbing lapangan, Ahmad Syaiful Umam, S.Agr.,M.Si, menambahkan bahwa kegiatan mahasiswa KKNT UTM ini merupakan bagian dari program riset terapan Universitas Trunojoyo Madura dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di kawasan lahan kering Madura.

Baca juga : Mahasiswi UTM Antusias Ikuti Sosialisasi Suplemen Vitamin C Alami dari Tomat dan Pegagan

“Program yang dilakukan oleh mahasiswa KKNT diharapkan mampu menjadi solusi nyata bahwa lahan kering di Pasean dapat produktif dengan komoditas strategis, seperti melon” Jelasnya.

Selain kegiatan penelitian dan demplot (demonstration plot), mahasiswa KKNT juga memberikan pelatihan pengolahan pascapanen melon dan pembuatan pupuk organik kepada kelompok tani di Desa Sana Tengah Pasean. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan menjaga keberlanjutan usaha tani melon di daerah tersebut.

Masyarakat setempat menyambut positif inisiatif ini. M. Nasiruddin, salah satu petani penerima manfaat, menuturkan bahwa metode yang diperkenalkan mahasiswa UTM memberikan hasil nyata.

“Terobosan seperti ini yang sangat kami harapkan, sehingga kami tidak fokus pada satu komoditas saja. Kami berharap kerja sama ini bisa dilanjutkan,” katanya.

Dengan hasil yang menjanjikan, program KKNT UTM diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan lahan kering Madura berbasis inovasi teknologi dan kearifan lokal.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img