kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswi Unesa Raih Juara 1 Lomba Orasi Piala Kapolri

Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-75 tahun 2021 menjadi momentum penting bagi kalangan mahasiswa Indonesia, khususnya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam rangka memperingati hari yang sangat berarti itu, Kepolisian Republik Indonesia mengadakan Lomba Orasi Unjuk Rasa Tingkat Nasional memperebutkan Piala Kapolri. Perlombaan yang unik dan kritis ini diselenggarakan di kawasan bersejarah Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Desember 2021.

Salah satu momen paling membanggakan datang dari Tim Aliansi Masyarakat Anti Perundungan dan Kekerasan Seksual atau yang dikenal dengan nama Aman Kesal, perwakilan dari Jawa Timur. Mereka berhasil keluar sebagai Juara 1 Lomba Orasi Piala Kapolri, mengungguli lima tim lain dari berbagai provinsi di Indonesia. Prestasi luar biasa ini menjadi sorotan publik sekaligus mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam mengawal isu sosial yang krusial.

Dengan mengusung tema “Anti Perundungan dan Kekerasan Seksual”, Tim Aman Kesal menampilkan orasi yang tidak hanya menggugah hati, tetapi juga menghadirkan pertunjukan teatrikal yang kuat secara emosional. Dalam penampilannya, mereka menyuarakan keresahan masyarakat tentang maraknya kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, institusi, hingga ruang publik. Mereka tidak sekadar berorasi, namun menyampaikan pesan dengan tegas, dramatis, dan menyentuh hati.

Penampilan teatrikal yang menjadi bagian dari orasi tersebut memperkuat pesan yang disampaikan. Visualisasi adegan-adegan perundungan serta kekerasan seksual disajikan dengan penuh empati dan kecerdasan kreatif, menjadikan tim ini tampil berbeda dari peserta lainnya. Mereka mampu menyampaikan realitas sosial dalam bentuk seni dan argumentasi yang kuat.

Lomba orasi ini merupakan inisiatif dari Polri dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia, sebagai bentuk keterbukaan terhadap kritik, dan ruang bagi masyarakat sipil – khususnya generasi muda – untuk menyuarakan aspirasi dan isu-isu penting yang berkembang di masyarakat. Tema-tema yang diangkat para peserta pun sangat beragam, mulai dari isu sosial, ketimpangan hukum, hingga kekerasan berbasis gender.

Melalui ajang ini, Kepolisian berupaya menjembatani komunikasi dua arah dengan masyarakat. Bahwa Polri tidak anti kritik, melainkan siap mendengar dan menanggapi secara bijak, termasuk terhadap suara dari kalangan mahasiswa.

Kompetisi orasi ini diikuti oleh tim-tim unggulan dari berbagai provinsi. Total terdapat 6 tim yang berhasil masuk ke babak final, masing-masing membawa isu yang relevan dengan kondisi sosial di daerah mereka. Namun, penampilan tim dari Jawa Timur benar-benar menonjol. Dengan persiapan matang, pendekatan teatrikal yang kuat, serta penguasaan materi yang mendalam, Tim Aman Kesal sukses memukau dewan juri dan penonton.

Tak hanya dinilai dari kekuatan retorika, para peserta juga dinilai dari segi etika penyampaian, substansi isu, kekuatan data, dan kreativitas dalam menyampaikan gagasan. Oleh karena itu, keberhasilan Unesa menyabet Juara Pertama Lomba Orasi Piala Kapolri bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian menyuarakan kebenaran.

Apresiasi dari Kapolda Jawa Timur

Prestasi yang membanggakan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Dalam pernyataannya, beliau mengungkapkan rasa bangga terhadap para mahasiswa yang telah mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional.

“Saya bangga tim dari Jawa Timur meraih juara 1 di tingkat nasional, mengalahkan provinsi lain. Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan saya akan berikan bonus untuk mereka,” ujarnya penuh kebanggaan.

Ucapan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga motivasi bagi generasi muda lainnya untuk aktif terlibat dalam isu-isu sosial yang berdampak luas.

Kemenangan Tim Aman Kesal dalam Lomba Orasi Nasional Piala Kapolri bukan hanya soal trofi dan pengakuan. Ini adalah representasi dari kekuatan suara mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Dengan menyampaikan pesan tentang anti perundungan dan kekerasan seksual, mereka telah mengambil peran sebagai edukator, penyambung lidah korban, sekaligus advokat keadilan di ruang publik.

Isu kekerasan seksual di Indonesia bukanlah hal baru, namun belum sepenuhnya mendapatkan penanganan yang maksimal. Oleh karena itu, ketika mahasiswa berbicara dengan berani dan berlandaskan data serta semangat perubahan, maka di situlah letak kekuatan demokrasi yang sejati.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Sebagai Pusat Gerakan Mahasiswa

Unesa kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang melahirkan mahasiswa berprestasi, berani, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Lewat kemenangan di Lomba Orasi Piala Kapolri, Unesa menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa berani turun ke masyarakat, menyuarakan keadilan, dan memperjuangkan hak asasi manusia.

Pembinaan organisasi mahasiswa, pelatihan orasi, dan dukungan dari dosen pembimbing menjadi kunci keberhasilan tim ini. Unesa juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kampus yang berfokus pada isu HAM, kesetaraan gender, dan inklusivitas.

Lomba seperti ini memberikan ruang yang sangat penting bagi generasi muda. Di tengah banyaknya tantangan sosial, mahasiswa tetap menjadi aktor penting yang mampu menghadirkan solusi, kritik konstruktif, dan harapan baru. Harapannya, ke depan semakin banyak ruang yang diberikan kepada mahasiswa untuk menyampaikan suara mereka secara damai, kreatif, dan substansial.

Kemenangan Juara 1 Lomba Orasi Piala Kapolri ini juga diharapkan bisa memantik munculnya lebih banyak gerakan kampus yang peka terhadap persoalan kemanusiaan. Kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membangun karakter kepemimpinan, keberanian bersuara, dan kemampuan menyelesaikan masalah sosial secara kolektif.

Dengan penuh semangat dan keberanian, Tim Aman Kesal dari Unesa telah mencatatkan sejarah penting dalam dunia orasi dan aktivisme mahasiswa Indonesia. Gelar Juara 1 Lomba Orasi Piala Kapolri yang mereka raih adalah bukti bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan nyata di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi menghadirkan solusi dan membuka mata banyak orang tentang pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dan perundungan.

Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi, berani menyuarakan keadilan, dan membela mereka yang tak bisa bersuara.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img