Home Uncategorized Mengenal Lebih Dekat Sosok Ulama Kharismatik Abah Guru Sekumpul

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ulama Kharismatik Abah Guru Sekumpul

SHARE
Ulama Kharismatik Abah Guru Sekumpul (foto:istimewa)

POJOKSURAMADU.COM.-Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani yang lebih akrab disapa Abah Guru Sekumpul lahir pada 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Beliau merupakan  anak pertama dari KH. Abdul Ghani bin H. Abdul Manaf dan ibundanya, Hj. Masliah binti H Mulya.

Abah Guru Sekumpul merupakan ulama Banjar yang dikenal Kharismatik di Kalimantan,  khususnya di Martapura, Banjarmasin.

Banyak orang mengira,  sekumpul adalah nama pondok pesantren, padahal tidak demikian.  Awalnya,  di sekitar hutan Karamunting tersohor dengan nama Sungai Kacang.  Namun,ketika pengajian Hijrah, KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani memperkenalkan nama Sekumpul. Benar adanya,  pada tahun 1970-an dikawasan tersebut ada yang menjuluki Sekumpul.  Sampai ketika Guru pindah,  terminologi Sekumpul mulai dikenal khalayak.

Nah, perubahan tersohornya nama tersebut menjadi awal sejarah sapaan ulama yang dikenal kharismatik tersebut, Abah Guru Sekumpul.

Baca Juga:  Gresik Digoyang Demo, Massa Mendesak Sekda Gresik Dinonaktifkan

Sejak kecil,  Abah Guru Sekumpul sudah dididik untuk mencintai ilmu pengetahuan serta ditanamkan rasa senang dan cinta kepada ulama.  Beliau dididik dengan kedisiplinan, pendidikan tauhid,  akhlaq dan tajwid Alquran oleh ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Sehingga dapat dikatakan,  bahwa guru pertama Abah Guru Sekumpul adalah ayah dan neneknya.

Sejak kecil,  beliau sudah menunjukan kelebihan-kelebihan yang luar biasa.  Pada umur 7 tahun, sudah hafal Alquran, dilanjutkan hafal kitab Jalalain di umur 9 tahun. Dalam usia kurang lebih 10 tahun,  beliau sudah mendapat khususiah serta anugerah dari Allah berupa Kasyaf Hissi, yakni dapat melihat serta mendengar apa yang ada di dalam atau terdinding.

Ketika usia beliau 9 tahun, tepat malam jumat bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk, tetapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, ia kembali bermimpi hal yang sama. Terulang lagi pada malam jumat ketiga, beliau kembali bermimpi hal yang sama. Tapi kali ini beliau dipersilahkan masuk dan disambut seorang syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang kosong.

Baca Juga:  Bupati Bangkalan Serahkan SK kepada 282 CPNS Formasi 2019

Adapun ketika beliau merantau ke Jawa untuk mencari ilmu, tidak disangka syekh yang pertama kali menyambutnya dan menjadi guru adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut. (wid)

Kutipan dari buku “Bertamu Ke Sekumpul”Oleh : H. Ahmad Rosyady Chalidy, S.Sos.Di Bab : Ada Apa dengan Sekumpul
Sumber : http://alisadikinchalidy.blogspot.com/Sumber : Kisah Wali, Habaib dan Salafus Sholeh
Majelis Taklim Misftahus Surur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here