kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mengukir Karya, Membangun Harapan: Pengabdian Masyarakat Kelompok 10 UTM di Desa Planggiran, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN – Suasana penuh antusiasme menyelimuti kediaman Kepala Desa Planggiran pada Senin, 30 Juni 2025, saat Kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) secara resmi memulai program pengabdian masyarakat mereka. 

Acara pembukaan KKN ini dihadiri oleh seluruh perangkat desa serta kepala dusun, menandai awal dari sinergi yang diharapkan akan membawa perubahan positif bagi Desa Planggiran, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Pembukaan KKN dimulai dengan sesi perkenalan anggota kelompok 10, sebuah langkah awal untuk membangun keakraban dengan para tokoh desa. Setelah itu, giliran pemaparan program kerja yang telah disusun dengan matang oleh mahasiswa. 

Program-program ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas digital hingga penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kesehatan. Program kerja tersebut mencakup berbagai kegiatan, antara lain:

1.Desa cakap Digital: Melek E-commers dan M-Banking

Desa cakap Digital: Melek E-commers dan M-Banking
Desa cakap Digital: Melek E-commers dan M-Banking

Program ini berfokus pada peningkatan literasi digital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Planggiran. Mahasiswa akan mengadakan sosialisasi intensif mengenai pemanfaatan platform e-commerce dan mobile banking. 

Di era digital ini, pemahaman tentang transaksi online dan pembayaran non-tunai menjadi krusial bagi pengembangan UMKM lokal. Diharapkan, dengan bekal pengetahuan ini, produk-produk unggulan Desa Planggiran dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan.

2.Teaching English for Bright Future dan Ngaji Ceria, Akhlak Mulia

Mahasiswa akan secara rutin mengajar Bahasa Inggris dua kali seminggu, membekali anak-anak desa dengan kemampuan komunikasi global yang semakin penting di masa depan. Di sisi lain, kegiatan mengaji setiap hari di mushola setempat bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia sejak dini. 

Kombinasi antara pendidikan formal dan agama ini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang cerdas secara intelektual dan luhur budi pekertinya.

Baca juga : Eksplorasi Potensi Lokal! Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Laksanakan Survei di Kelurahan Kalirungkut untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat

3.Desa Bersih Warga Rukun

Mahasiswa akan bergotong royong bersama warga desa untuk membersihkan lingkungan sekitar, termasuk jalan, selokan, dan ruang publik lainnya. 

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki di antara warga. 

Gotong royong merupakan cerminan budaya lokal yang harus terus dilestarikan, dan KKN ini menjadi momentum yang tepat untuk menghidupkannya kembali.

4.Identitas Desa dan Nama Balai “Membangun Citra desa dengan Guyub Rukun”

Program ini melibatkan pembuatan plang nama dusun dan penunjuk arah jalan desa. Keberadaan plang nama yang jelas akan membantu pengunjung dan bahkan warga setempat dalam mengenali wilayah mereka, sekaligus memberikan identitas visual yang kuat bagi Desa Planggiran. Ini adalah langkah kecil namun signifikan dalam membangun citra desa yang teratur dan mudah dijangkau.

5.Pemanfaatan Limbah Pertanian

Program ini akan menghadirkan sosialisasi mengenai pengolahan bonggol jagung, yang selama ini sering dianggap limbah, menjadi briket. Briket dari bonggol jagung dapat menjadi alternatif sumber energi yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat. 

Program ini tidak hanya mengurangi limbah pertanian tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

6.Senam Sehat, Desa Kuat

Kegiatan ini mencakup jalan santai, senam bersama, dan outbound yang akan diikuti oleh seluruh warga Desa Planggiran. Aktivitas fisik bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan jasmani warga sekaligus mempererat hubungan sosial dan menciptakan suasana yang penuh kegembiraan.

Sambutan hangat diberikan oleh para kepala dusun dan perangkat desa terhadap inisiatif yang diusulkan oleh Kelompok 10. Mereka menyambut baik setiap program dan menaruh harapan besar bahwa kegiatan-kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Planggiran. 

Salah satu kepala dusun mengungkapkan apresiasinya, “Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa di desa kami. Semoga kerjasama ini dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta membawa perubahan yang lebih baik.” Pernyataan ini mencerminkan optimisme dan dukungan penuh dari pihak desa.

Acara pembukaan KKN ini juga dimanfaatkan untuk sesi tanya jawab interaktif antara mahasiswa dan perangkat desa serta kepala dusun. Sesi ini menjadi forum penting untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai program kerja yang telah diusulkan. 

Dengan semangat kolaborasi, perangkat desa dan kepala dusun tidak hanya memberikan masukan, tetapi juga berbagi informasi tambahan mengenai kondisi desa. Informasi-informasi ini menjadi acuan berharga bagi mahasiswa KKN Kelompok 10 dalam menyusun dan mengembangkan program kerja agar lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Desa Planggiran.

Bapak Hartomo, Kepala Dusun Poreh, secara khusus memberikan pesan penting kepada mahasiswa KKN. Beliau menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat setempat. 

“Mahasiswa KKN sebisa mungkin harus bisa beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat setempat,” ujar Bapak Hartomo. 

Beliau menjelaskan bahwa masyarakat Desa Planggiran memiliki kepribadian yang beragam, sehingga mahasiswa KKN harus mampu menyesuaikan diri dengan perilaku yang baik dan menghargai kearifan lokal. Pesan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk selalu menjunjung tinggi etika dan norma sosial selama masa pengabdian mereka.

Acara pembukaan KKN ini diakhiri dengan sesi dokumentasi yang diikuti oleh seluruh peserta, termasuk perangkat desa, kepala dusun, dan mahasiswa KKN Kelompok 10 Universitas Trunojoyo Madura.

Momen ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menyukseskan program KKN. Dengan terlaksananya kegiatan pembukaan ini, diharapkan terciptanya sinergi dan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Sinergi ini krusial agar tujuan pengabdian dapat tercapai dengan maksimal, meninggalkan jejak positif dan harapan baru bagi Desa Planggiran hingga berakhirnya masa KKN.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img