Pojoksuramadu.com – Bangkalan, 15 September 2025. Olahan ikan pindang merupakan salah satu olahan komoditas perikanan yang mayoritas dan dominan diproduksi di Dusun Lebak Desa Arosbaya, Kabupaten Bangkalan khususnya Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) Tuna Jaya. Produk ikan pindang umumnya juga menghasilkan hasil samping berupa limbah cair dari proses pemindangan ikan.
Jenis ikan yang digunakan untuk produksi ikan pindang yang bernilai komersil tinggi dan menghasilkan kuantitas limbah pemindangan tinggi di POKLAHSAR Tuna Jaya diantaranya ikan layang (Decapterus macarellus) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis), dan ikan cakalan (Thunnus sp). Anggota Poklahsar Tuna Jaya memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola dan mengolah kembali limbah tersebut.
Limbah cair pemindangan ikan ini dapat diolah kembali menjadi produk olahan khas Madura yang bernilai gizi tinggi berupa petis Merah Madura jika dikelola dengan tepat dan benar. Melihat peluang pengolahan limbah pemindangan ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Trunojoyo Madura melakukan terobosan dengan menggelar kegiatan Penyuluhan Manajemen Kelola Air Limbah Hasil Pemindangan Ikan Agar Benilai Ekonomis di POKLAHSAR Tuna Jaya-Bangkalan.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian kegiatan dari payung besar kegiatan pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui sistem PKM BIMA tahun 2025. Tujuan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemen kelola air limbah hasil pemindangan ikan produksi POKLAHSAR Tuna Jaya sebagai pembekalan kompetensi dasar mitra untuk mempersiapkan limbah pemindangan ikan yang berkualitas sebagai bahan baku utama dalam memproduksi petis Merah Madura bernilai gizi tinggi.
Tiga dosen yang menjadi penggerak kegiatan ini berkolaborasi dari 2 program Studi Ilmu Kelautan dan Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Trunojoyo Madura yaitu Eka Nurrahema Ning Asih S.Kel., M.Si; Dr. Indah Wahyuni Abida, S.Pi, M.Si dan Wiwit Sri Werdi Pratiwi, S.Si., M.Sc., M.Si. Tim juga dibantu oleg dua mahasiswa yang dikonversi dalam kegiatan KKNT Berdampak yaitu Nurul Ismawati dan Atiqah Fitriani yang turut berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan.
Baca juga : PBSI FKIP UTM Hadirkan Guest Lecturer dan Teaching Assistant BIPA di Thailand
Realisasi kegiatan dilakukan sejak 29 Juli 2025 dan bersifat berkelanjutan hingga bulan ini di kediaman ketua POKLAHSAR Tuna Jaya-Bangkalan yaitu ibu Marhamah dan diikuti oleh 10 orang anggota mitra. Delegasi pemerintah dan Stakeholder setempat turut hadir dalam kegiatan ini yaitu perwakilan Dinas Perikanan Bangkalan, penyuluh perikanan bantu Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta sebagian masyarakat sekitar. Turut hadirnya Dinas Perikanan Bangkalan dan Penyuluh Bantu Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan juga diharapkan dalam menjadi jembatan bagi Mitra dan Masyarakat penggiat usaha pengolahan ikan pindang di Desa Arosbaya untuk turut mendapatkan perhatian dan pembinaan agar pelaku mampu mengoptimalkan pengelolaan dan pengolahan limbah pemindangan ikan yang ditekuni.

Kegiatan penyuluhan dilakukan menjadi 3 sesi dengan materi yang berbeda. Materi pertama yaitu Manajemen dan tata kelola limbah air produk pemindangan ikan yang disampaikan oleh Dr. Indah Wahyuni Abida, S.Pi, M.Si. Penyampaian materi ini juga dilengkapi dengan pengenalan prototipe alat penampungan dan penyaringan limbah produksi pemindangan ikan sederhana yang telah dibuat oleh tim. Menurut Dr. Indah Wahyuni Abida, S.Pi, M.Si “Pengolahan pemindangan ikan secara tradisional harus diupayakan menggukan konsep zero waste, artinya limbah cair yang dihasilkan saat proses pemindangan harus ditangani, dikelola dan diolah kembali menjadi produk olahan sampingan agar mengotimalkan bahan, mencengah pencemaran lingkungan pesisir, dan meminimalkan resiko konflik dengan masyarakat sekitar”.

Pemaparan materi selanjutnya yaitu materi kedua yaitu Kiat dan tahapan mempertahankan gizi dan kandungan kimia pada limbah pemindangan sebagai bahan baku petis” yang disampaikan oleh Wiwit Sri Werdi Pratiwi, S.Si., M.Sc., M.Si. Pemateri menyapaikan “Komposisi gizi pada limbah pemindangan ikan diantaranya protein larut 2-6%, asam amino essensial (lisin, leusin, dan valin), mineral, lemak 1-2%, kadar air sekitar 70-80% sangat berpotensi diolah menjadi petis yang kaya gizi jika dilakukan penangan tepat. Jika penanganannya tidak tepat dapat memicu histamin yang tinggi”.
Sesi terakhir direalisasikan di bulan September dengan materi komposisi racikan pembuatan petis merah khas Madura yang disampaikan Eka Nurrahema Ning Asih S.Kel., M.Si. Pemateri menyampaikan “Komposisi bahan baku, Racikan, Proses pembuatan, Proses pengemasan dan Penyimpanan Petis Merah Madura menjadi faktor pemicu ketahanan produk petis dan kontaminasi silang pada konsumen.

Kegiatan penyuluhan berupa sosialisasi ditutup dengan kegiatan penyerahan prototipe alat penampung dan penyaring limbah cair pemindangan yang telah dibuat oleh tim kepada kelompok (POKLAHSAR) Tuna Jaya. Hal ini wujudu dari aksi nyata untuk mitra agar mitra dapat mengelola limbah pemindangan ikan yang diproduksi untuk dipersiapkan menjadi bahan baku petis merah Madura.


