kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Pengangguran Meningkat, Bagaimana Islam Menawarkan Solusi Sistemik?

Pojoksuramadu.com – Anggaran pelatihan kerja berbasis kompetensi Dinas Ketenagakerjaan tahun 2026 mengalami penyusutan, yakni Rp900 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Adapun jumlah pengangguran di wilayah Sampang dalam dua tahun terakhir sekitar 14 ribu orang. Untuk sektor pertanian dapat menyerap tenaga kerja terbanyak. Sementara sektor industri membutuhkan keterampilan khusus.

Seperti yang diberitakan rri.co.id pada 30/01/2026, meski anggaran menyusut , ada empat kejuruan pelatihan yang dilaksanakan agar dapat menekan risiko lonjakan pengangguran daerah. Pelatihan ini diharapkan nantinya dapat menjadikan peserta mandiri membuka usaha.

Diantaranya adalah servis sepeda motor, desain grafis, menjahit, serta pembuatan roti dan kue yang dilaksanakan tiga kali secara bertahap. Untuk tahap pertama diikuti 64 peserta. Masing-masing kejuruan akan berlangsung selama 30 hari, sementara pelatihan pembuatan roti dan kue dijadwalkan selama 15 hari.

Secara nasional, ada jutaan pengangguran di Indonesia. Sebanyak 7,35 juta orang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang tidak memiliki pekerjaan. Mirisnya angka itu didominasi oleh laki-laki. Demikian yang dikabarkan liputan6.com, tanggal 05/02/2026.

Akar Penyebab Pengangguran

Ada tiga sistem yang menjadi penyebab dari masalah pengangguran ini.

Di sisi lain ada fakta yang berbanding terbalik. Para pejabat yang mmendapatkan jabatan rangkap dengan gaji yang menyentuh angka miliaran per bulan.

Stakeholder dan pihak disekitar program MBG yang mendapatkan perhatian penuh hingga mudah mendapatkan gaji tinggi dan jenjang karir yang cepat dibanding para guru padahal dana penggajian sama-sama diambil dari dana pendidikan.

Jika kita telisik mendalam, masalah pengangguran adalah masalah sistemik. Akarnya adalah sistem kapitalisme sekuler. Dari sini, ada tiga sistem turunannya yang saling berkaitan.

Pertama, sistem ekonomi kapitalis yang salah dalam menempatkan konsep kepemilikan. Pemerintah hanya sebagai fasilitator kepentingan oligarki sehingga kebijakannya tidak berpihak pada rakyat. Banyak privatisasi lahan atau minyak yang mendapat izin dari pemerintah meski harus mengorbankan keseimbangan alam. Dana yang berputar di negara sistem kapitalisme dididominasi sektor non riil juga menyebabkan pengangguran. Kesenjangan ekonomi semakin lebar.

Kedua, sistem pendidikan sekuler gagal membentuk generasi bertaqwa. Generasi yang ada adalah generasi yang mudah rapuh, mudah stress kemudian bunuh diri, dan jauh dari karakter pemimpin yang senantiasa terdorong untuk melahirkan inovasi juga memiliki etos kerja tinggi.

Ketiga, sistem sosial sekuler yang menjadikan wanita yang banyak diberi panggung untuk bekerja di ranah publik. Dampaknya, urusan dalam rumah terbengkalai. Walau ada pembantu atau pihak yang menolong dirumah menggantikan perannya, tetaplah tidak bisa masimal. Para ibu dijauhkan dari perannya sebagai “ummu wa rabbatul bait” (ibu dan pengatur rumah tangga) yang telah ditetapkan Allah sebagai kewajibannya.

Sistem sosial seperti ini berakibat pada sempitnya lapangan pekerjaan bagi laki-laki. Para bapak dijadikan tidak berdaya memberikan nafkah untuk keluarganya. Seperti program MBG, makan bagi anaknya diberikan tapi pendidikan gratis tidak dijadikan program.

Bukannya harusnya dibalik agar para bapak diberikan lapangan pekerjaan sehingga bisa menjalankan perannya sebagai qowam untuk memberikan makan bagi keluarganya. Sedangkan pendidikan memang harusnya gratis untuk semua warga negara seperti yang dicontohkan didalam Islam, yakni negara khilafah dahulu.

Islam Menyelesaikan Pengangguran

Dalam Islam, negara sebagai raa’in (pengatur segala urusan masyarakat) bukan sekedar fasilitator maupun regulator. Negara terjun langsung mengatasi segala problem dalam masyarakat termasuk pengangguran. Seorang Khalifah (kepala negara) dalam Islam adalah pelayan umat yang bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan rakyatnya, karena dorongan ketaqwaan kepada Allah.

Mekanisme Islam dalam menyelesaikan pengangguran adalah sebagai berikut;
Negara memberikan pemahaman tentang kewajiban bekerja dan memberikan keterampilan juga modal bagi yang membutuhkan.
Tiga sistem yang berkaitan dengan masalah ini akan diperhatikan secara penuh, seperti sistem pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Kurikulum pendidikan diarahkan untuk membentuk syakhsiyah islamiyah (kepribadian Islam) yakni memiliki pemikiran yang benar dan pola sikap yang benar menghadapi kehidupan. Dunia dipahami sebagai sarana ibadah sehingga memiliki semangat untuk kebaikan setiap harinya. Selain itu, juga dibekali dengan ilmu kehidupan (IPTEK dan keterampilan).

Dalam sistem sosial, Islam sangat menekankan fungsi utama wanita sebagai ummu wa rabbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga). Dengan wanita fokus pada peran ini, serapan tenaga kerja bagi laki-laki akan lebih besar, dan akan tercipta generasi masa depan yang berkualitas.

Kewajiban Laki-laki Bekerja akan menjadikan negara akan memfasilitasi lapangan pekerjaan bukan justru menghancurkan pekerjaan yang sudah ada. Selain itu, negara menjamin kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan bagi seluruh rakyat, sehingga masyarakat merasa tenang dan terdorong untuk produktif.

Disisi lain, Islam memiliki konsep kepemilikan umum (sumber daya alam vital) yang dikelola negara untuk kesejahteraan bersama. Privatisasi sektor strategis dilarang dengan tegas. dapun dana akan digerakkan ke sektor riil, menggerakkan dunia usaha dan menyerap tenaga kerja secara otomatis. Islam juga melarang penimbunan barang, riba, dan monopoli.

Sistem yang demikian ini hanya bisa diterapkan dalam sebuah institusi negara yang disebut Khilafah. Pemimpinnya disebut Khalifah. InsyaAllah sebagaimana bisyarah Rasulullah institusi ini akan terwujud sebentar lagi. Tidak hanya masalah pengangguran yang teratasi tetapi juga masalah yang lainnya atas izin Allah. [Penulis : Naila Dhofarina Noor, S.Pd]

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img