kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Sosialisasi Hidroponik Tower Jadi Langkah Awal Inovasi Pertanian

Pada hari Kamis, 17 Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Hidroponik Tower yang bertempat di Desa Gunilap, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok KKN 30 Universitas Trunojoyo Madura sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan memperkenalkan metode pertanian vertikal berbasis hidroponik sebagai solusi inovatif dalam mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian lokal.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan petani desa, aparatur desa, serta masyarakat umum yang antusias untuk mempelajari teknologi hidroponik tower. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan materi mengenai konsep dasar hidroponik, keunggulan sistem tower, serta cara merakit instalasi sederhana yang dapat diaplikasikan di pekarangan rumah maupun lahan sempit lainnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung demonstrasi pembuatan hidroponik tower dan teknik perawatan tanaman sayuran secara praktis. Untuk tanaman yang digunakan dalam acara sosialisasi ini yaitu tanaman kangkung, karena tanaman tersebut mudah untuk dibudidayakan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat inovasi bagi petani lokal dalam mengadopsi teknologi pertanian modern yang lebih efisien, hemat air, dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan tercipta kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Hidroponik tower dipandang sebagai langkah awal yang strategis dalam membangun pertanian masa depan yang adaptif terhadap tantangan lahan, iklim, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga melakukan praktik sederhana mengenai tata cara pembuatan, mulai dari proses pembenihan, pindah tanam hingga cara pemeliharaan hidroponik tower. Dengan adanya praktik ini diharapkan dapat menjadi Gambaran bagi peserta yang ingin mencoba secara langsung di rumah atau di kebun pribadi mereka.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, khususnya terkait biaya pembuatan, jenis tanaman yang cocok, dan potensi pemasaran hasil panen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai terbuka terhadap konsep pertanian modern yang berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN juga belajar secara langsung tentang tantangan yang dihadapi petani di lapangan, sehingga dapat menyesuaikan pendekatan inovasi dengan kebutuhan nyata masyarakat desa. Pendekatan dua arah ini memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik pertanian di masyarakat.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img