BANGKALAN– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kelompok 10 kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam memajukan Desa Planggiran, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Kali ini, mereka berfokus pada peningkatan fasilitas umum yang esensial: pembuatan plang penunjuk arah dusun, penanda masing-masing dusun, serta papan nama Balai Desa. Program kerja ini tak hanya mempercantik estetika desa, tetapi juga meningkatkan kemudahan navigasi dan identitas bagi warga maupun pendatang.
Desa Planggiran, dengan wilayah yang cukup luas dan tujuh dusun di dalamnya, sebelumnya menghadapi tantangan dalam hal penunjuk arah yang jelas dan identitas dusun yang seragam. Banyak warga, apalagi pendatang, kesulitan menemukan lokasi atau dusun tertentu karena minimnya informasi visual. Melihat kebutuhan mendesak ini, Kelompok KKN 10 UTM menjadikan program penataan infrastruktur visual ini sebagai salah satu prioritas utama mereka.
“Kami menyadari bahwa sistem penunjuk arah yang jelas sangat krusial untuk mobilitas warga dan juga untuk membantu promosi potensi desa,” jelas Mahen, selaku penanggung jawab program ini. “Selain itu, penanda dusun yang seragam akan memperkuat identitas masing-masing wilayah dan menumbuhkan rasa bangga di kalangan masyarakatnya. Papan nama Balai Desa yang baru juga kami anggap penting sebagai pusat informasi dan administrasi desa.”
Proses pembuatan plang dan penanda ini dimulai dengan tahap survei dan koordinasi intensif bersama perangkat desa. Mahasiswa mengidentifikasi titik-titik strategis pemasangan plang penunjuk arah, memastikan visibilitas dan kejelasan informasi yang disajikan. Mereka juga mendata jumlah dusun dan mencari penamaan yang disepakati bersama.
Material yang digunakan juga dipilih dengan pertimbangan ketahanan dan perawatan. Pada program ini, mahasiswa KKn kelompok 10 menggunakan material kayu yang dicat untuk memastikan plang dan penanda dapat bertahan lama di bawah berbagai kondisi cuaca. Proses pengerjaan dilakukan mulai dari hari Senin, 7 Juli 2025 hingga Sabtu, 12 Juli 2025. Pengerjaan ini dilakukan secara bertahap oleh mahasiswa KKN kelompok 10 UTM mulai dari pencarian material, pemotongan, pengecatan, pemberian nama hingga pemasangan plang.

Pemasangan plang penunjuk arah dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 yang didampingi oleh perangkat desa, yaitu Bapak Rowi untuk memastikan plang terpasang di titik strategis. Plang pula diletakkan di persimpangan jalan menuju Desa Planggiran untuk memudahkan siapa saja yang melintas. Warga desa tidak lagi perlu bertanya-tanya atau tersesat saat menuju rumah kerabat di dusun lain, dan kurir paket pun dapat bekerja lebih efisien. Bagi pendatang yang berkunjung ke Desa Planggiran, navigasi menjadi jauh lebih intuitif.
Tak kalah penting adalah plang nama-nama dusun. Setiap dusun kini memiliki identitas visual yang jelas di batas wilayahnya. Ini tidak hanya memudahkan identifikasi geografis, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan warga terhadap dusunnya. “Dulu kalau mau bilang Alamat ke orang lain susah dicarinya, sekarang bisa dicari karena sudah ada plang nama dusunnya,” ujar Bapak Rahmat, salah seorang warga Dusun Tabhanah dengan senyum.
Selain itu, papan nama Balai Desa yang baru dan representatif kini terpampang jelas, memberikan kesan profesional dan informatif. Balai desa sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat menjadi lebih mudah dikenali, mendukung fungsi administratif dan komunikasi.
Kepala Desa Planggiran, Bapak Ghufron Wibowo, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa KKN UTM Kelompok 10. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Apa yang mereka kerjakan ini dampaknya sangat terasa dan langsung memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bapak Ghufron Wibowo. “Plang dan penanda ini bukan hanya sekadar tanda, tapi juga simbol kemajuan dan kerapian desa kami.”
Program kerja ini menjadi bukti nyata bahwa KKN tidak hanya tentang teori, melainkan aksi konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Inisiatif mahasiswa KKN UTM ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program-program pembangunan desa lainnya, menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang, kolaborasi, dan sentuhan kreativitas, perubahan positif bisa diwujudkan. Plang penunjuk arah, plang nama-nama dusun, dan papan nama Balai Desa ini adalah warisan kecil namun berarti yang akan terus melayani dan menginformasikan masyarakat Desa Planggiran untuk tahun-tahun mendatang.


