kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Tingkatkan Ekonomi, Abmas ITS Rintis Kawasan Herbal Rimpang di Pondok Pesantren

BANGKALAN, Terus berupaya mendorong pengembangan dan kemandirian ekonomi pondok pesantren, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merintis pengembangan kawasan herbal berbasis rimpang. Kegiatan Abmas berbasis produk ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Amanah, Bangkalan, Madura, Selasa (16/12) sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mengoptimalkan potensi lokal.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pesantren melalui pengembangan komoditas herbal yang memiliki nilai ekonomi dan kesehatan. Dengan memanfaatkan lahan pesantren yang tersedia, kawasan herbal rimpang diharapkan dapat menjadi unit produktif sekaligus sarana pembelajaran bagi para santri.

Optimalisasi Potensi Rimpang Bernilai Ekonomi

Ketua Tim Abmas ITS Dr Wirdhatul Muslihatin SSi MSi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan manfaat pengembangan ekosistem tanaman rimpang, seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Tanaman tersebut dinilai memiliki potensi besar karena permintaan pasar yang relatif stabil serta kegunaannya yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun obat tradisional.

“Rimpang merupakan komoditas herbal yang relatif mudah dibudidayakan, tidak memerlukan teknologi yang terlalu kompleks, dan cocok dikembangkan di lingkungan pesantren,” ungkap dosen yang akrab disapa Wirdha ini. Selain itu, rimpang juga memiliki daya simpan yang cukup baik dan peluang pengolahan lanjutan yang beragam.

Menurut Wirdha, pemilihan tanaman rimpang juga mempertimbangkan kesesuaian kondisi lingkungan Pondok Pesantren Nurul Amanah serta potensi keberlanjutan program. Dengan pendekatan yang tepat, kawasan herbal ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi pesantren.

Pendampingan dari Hulu ke Hilir

Lebih lanjut, Wirdha menuturkan bahwa kegiatan Abmas ini tidak hanya berfokus pada proses penanaman. Tim Abmas ITS juga memberikan pendampingan dalam pengelolaan lahan, teknik perawatan tanaman, hingga pemahaman awal mengenai pengolahan hasil panen. Pendekatan ini dilakukan agar pesantren tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah dari hasil budidaya.

“Kami ingin santri dan pengelola pesantren memiliki gambaran utuh dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya hingga potensi pengolahan produk. Dengan begitu, kawasan herbal ini dapat berkembang menjadi unit produktif pesantren,” jelas dosen Departemen Biologi ITS tersebut.

Pendampingan ini sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Santri dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan sehingga mereka memperoleh pengalaman praktis yang dapat dikembangkan di masa depan.

Pesantren Sambut Kolaborasi dengan ITS

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Amanah, KH Ahmad Zaini, menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan ITS. Ia menilai program Abmas ini sejalan dengan visi pesantren dalam membekali santri dengan keterampilan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi.

“Kami berharap kawasan herbal rimpang ini tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh santri. Selain sebagai sarana belajar, kami juga berharap ini menjadi sumber ekonomi baru bagi pesantren,” tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan santri dalam kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara produktif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.

Dorong Edukasi Herbal Berbasis Kearifan Lokal

Selain berorientasi pada peningkatan ekonomi, kegiatan Abmas ini juga diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman santri terhadap tanaman obat tradisional berbasis kearifan lokal. Melalui pengenalan tanaman rimpang, santri diajak untuk lebih mengenal potensi alam sekitar dan manfaatnya bagi kesehatan.

Tim Abmas ITS menargetkan kawasan herbal rimpang ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi di pesantren lain. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh integrasi pendidikan, ekonomi, dan pelestarian pengetahuan lokal.

Komitmen ITS terhadap SDGs

Melalui program Abmas ini, ITS terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya adalah poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Selain itu, penguatan ekonomi pesantren juga berkontribusi pada pembangunan komunitas yang berkelanjutan. (*)

Reporter: Mifda Khoirotul Azma

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img