kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

Wisata

Bisnis

Pendidikan

Keislaman

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Pesulap Merah: Bongkar Trik Dukun, Buka Mata Masyarakat

Pesulap Merah menjadi sosok yang viral di berbagai media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Dengan ciri khas jubah merah dan wajah tanpa ragu, pria bernama asli Marcel Radhival ini kerap tampil membongkar praktik-praktik yang ia anggap sebagai penipuan berkedok supranatural. Lahir di Tangerang pada 26 Agustus 1996, Marcel kini berada di usia muda—namun langkahnya sangat berani, bahkan terbilang nekat oleh sebagian orang.

Di tengah masyarakat yang sebagian masih memegang teguh kepercayaan terhadap hal-hal mistis dan klenik, kehadiran Pesulap Merah ibarat petir di siang bolong. Ia menyerukan bahwa banyak praktik perdukunan dan kesaktian sejatinya hanya ilusi yang dibungkus dengan trik sulap. Lewat kanal YouTube-nya, Marcel membongkar satu per satu rahasia di balik “kesaktian” yang selama ini membuat masyarakat terkagum-kagum.

Edukasi atau Kontroversi?

Pesulap Merah bukan hanya menampilkan atraksi sulap seperti pesulap kebanyakan. Ia menyasar isu sensitif: praktik perdukunan yang menurutnya menipu dan menjerat orang awam lewat ketakutan. Lewat berbagai kontennya, ia menunjukkan bahwa banyak “dukun sakti” sejatinya hanya memainkan trik sederhana seperti halnya ilusi panggung.

Salah satu konten viralnya adalah saat ia berhadapan langsung dengan Ujang Bustomi dan sebuah perguruan bela diri bernama Perisai Batin. Aksi berani ini memicu reaksi luas. Ada yang memuji keberaniannya, namun tak sedikit pula yang menganggap langkahnya bisa memicu konflik dan kegaduhan.

Namun Marcel tetap pada pendiriannya: bahwa masyarakat harus diedukasi agar tidak mudah tertipu. Ia ingin menjelaskan bahwa segala bentuk “kesaktian” yang dipamerkan sebagian dukun sebenarnya hanyalah manipulasi pikiran. Bukan karena kekuatan supranatural, melainkan karena kelicikan dalam memainkan trik dan membaca emosi.

Membedah Trik di Balik Kesaktian

Pesulap Merah sering menyebut bahwa trik-trik para dukun sejatinya bisa dipelajari siapa saja, selama memiliki kemauan dan pengetahuan dasar tentang ilusi. Misalnya, aksi kebal terhadap senjata tajam, membakar tubuh tanpa luka, hingga menyembuhkan penyakit dalam sekejap mata—semua itu bukanlah mukjizat, tetapi teknik psikologi panggung dan permainan persepsi.

Sayangnya, sebagian besar masyarakat—khususnya yang minim edukasi formal—mudah percaya. Apalagi jika sang dukun berpenampilan agamis, berbicara dengan bahasa spiritual, dan menyelipkan mantra. Tanpa sadar, banyak orang menganggap mereka sebagai tokoh suci atau bahkan Wali Allah. Padahal, seperti kata Marcel, “Itu hanya akting.”

Monster atau Master?

Menariknya, artikel ini mengajak pembaca untuk melihat dari dua sisi. Bahwa para pelaku praktik kesaktian bisa dikategorikan sebagai Master, bila mereka menggunakan keahliannya untuk kebaikan. Namun bisa berubah menjadi Monster, bila digunakan untuk mengeksploitasi ketakutan orang lain demi keuntungan finansial.

Inilah yang menjadi perhatian utama Pesulap Merah: bagaimana “ketakutan” dikonversi menjadi uang. Dukun yang menjanjikan kesembuhan instan, keberuntungan, atau pelarisan dagangan sering kali meminta bayaran tinggi. Bukan hanya secara materi, namun juga kadang memanipulasi pikiran pasien agar terus bergantung padanya.

Yang menyedihkan, korban penipuan ini tak hanya berasal dari kalangan ekonomi rendah, tapi juga dari kalangan atas yang seharusnya rasional. Seolah-olah, rasa takut bisa membuat logika dan akal sehat hilang seketika.

Dunia Bisnis dan Ketakutan: Pola yang Sama

Jika ditelaah lebih dalam, dunia marketing dan perdukunan sebenarnya punya pola serupa: menciptakan masalah lalu menawarkan solusi. Iklan shampo, misalnya, menebar ketakutan dengan kata-kata seperti “rambut rontok” atau “kulit kepala berminyak”, lalu menampilkan solusi dengan produk mereka.

Begitu pula dalam dunia perdukunan. “Anda kena guna-guna,” atau “Ada makhluk yang mengikuti Anda,” adalah frasa-frasa yang sengaja diciptakan untuk menakut-nakuti. Dan ujung-ujungnya, si dukun akan menawarkan ritual mahal sebagai solusinya.

Perbedaannya, di dunia bisnis ada regulasi dan pengawasan. Sedangkan dalam dunia klenik, semuanya terjadi di ruang gelap yang tak terjangkau hukum. Maka, langkah edukatif Pesulap Merah seharusnya didukung sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat awam.

Tidak 100% Hitam atau Putih

Meski begitu, artikel ini juga menyampaikan bahwa Pesulap Merah tidak sepenuhnya suci. Ia memang membongkar trik dan memberi edukasi, namun tetap menghasilkan uang dari YouTube dan ketenarannya. Namun, selama manfaat yang diberikannya lebih besar dari mudharatnya, masyarakat patut memberi apresiasi.

Kita juga diingatkan untuk tidak melihat dunia secara hitam-putih. Dukun mungkin tidak 100% jahat, dan pesulap juga tidak 100% baik. Dalam setiap kebaikan mungkin ada sedikit kepentingan, dan dalam setiap kejahatan mungkin ada setitik niat baik. Seperti filosofi Yin-Yang: ada titik terang di tengah gelap, dan ada titik gelap di tengah terang.

Kesimpulan: Edukasi Adalah Kunci

Fenomena Pesulap Merah bukan hanya hiburan semata. Ia adalah pengingat bahwa masyarakat harus lebih kritis terhadap apa yang diklaim sebagai supranatural. Ketika seseorang mampu menjual ketakutan, di situlah manipulasi terjadi.

Marcel Radhival hadir membawa warna baru dalam dunia edukasi publik. Ia bukan hanya pesulap, tapi juga seorang aktivis literasi kritis. Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, langkah Pesulap Merah patut diapresiasi sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap penipuan yang berkedok spiritualitas.

Dan bagi kita semua, semoga kehadiran Pesulap Merah menjadi awal dari kebangkitan nalar dan akal sehat. Karena di era post-truth ini, kebenaran tak hanya perlu dicari, tapi juga harus dipertahankan dari kabut kebohongan.

Redaksi
Redaksi
PojokSuramadu.com - adalah portal media Jawa Timuran yang berada di bawah naungan PT Hasini Makmur Media.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img