Home Selebriti Ada Adegan Wanita Minum Sperma,  Acara Roy Kiyoshi Ditegur KPI

Ada Adegan Wanita Minum Sperma,  Acara Roy Kiyoshi Ditegur KPI

SHARE
Roy Kiyoshi (foto: instagram @roykiyoshi)

POJOKSURAMADU.COM.– Acara “Karma Balik” yang dipandu Roy Kiyoshi mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Adegan wanita yang meminum sperma dinilai menyimpang dari  Pedoman Perilaku Penyiaran serta melanggar Standar Proram Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Adegan yang ditegur KPI tersebut, diceritakan seorang wanita yang bersekutu dengan Iblis. Hal itu bertujuan agar dirinya tetap berkulit kencang, muda, dan cantik. Adapun ritual yang dilakukan dengan meminum darah ayam cemani dan sperma brondong dua minggu sekali.

Dilansir dari laman resmi KPI,  Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, mengatakan pengakuan tersebut seharusnya tidak disiarkan dalam ruang publik karena menabrak nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

“Adegan ini jelas sangat mengabaikan norma yang berlaku di negara ini. Meskipun telah dilakukan penyamaran dengan bagian gambar yang diblur dan ucapan yang di”bip”, konteks adegan dan ekspresi host menjelaskan arah dari gambar dan suara “sper…”. Meski pada bagian akhir program ini memberikan penyelesaian bagi pasien, tidak berarti lembaga penyiaran boleh memuat hal-hal yang tidak patut disiarkan dalam ranah publik seperti televisi. Kewajiban setiap lembaga penyiaran memperhatikan dan menghormati norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung khalayak kita baik menyangkut agama, suku, budaya, usia dan latar belakang lainnya,” jelas Mulyo menanggapi surat teguran untuk program siaran “Karma Balik” ANTV tertanggal 24 Februari 2020, Jumat (28/2/2020).

Baca Juga:  Klarifikasi Dedy Susanto, Tanyakan Tarif Vanesa Angel

Mulyo menjelaskan ada tiga pasal P3SPS yang diabaikan dan dilanggar yakni Pasal 9 P3 Penyiaran tentang lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat, Pasal 9 Ayat (1) SPS tentang kewajiban lembaga penyiaran memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia, dan atau latar belakang ekonomi, serta Pasal 9 Ayat (2) SPS soal kewajiban program siaran berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat.

Baca Juga:  Raul Lemos dan Krisdayanti Laporkan Media Online Pembuat Berita Hoax

Ia mengingatkan akan dampak yang terjadi ketika tayangan seperti itu disiarkan ke masyarakat. Jangan sampai hal itu justru merugikan dan berefek negatif kepada penonton.

“Seharusnya tayangan itu berisikan hal-hal edukatif dan bermanfaat,” terang Mulyo. (Wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here