Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 22 Universitas Trunojoyo Madura yang berisikan anggota di antaranya Shifa Salsa Billah, Aginda Sahara, Nadia Agmu, Alfidhah Muthaharani, Herliana Wahyu, Kholidiyah Sindi Salma, Pujianto Dimas, Farhan Mubarok, Izzatu Afkarina, Muslihatul Ummah, Dito Setiyadi, Alfin Hidayah, dan Moh. Nur Agusti melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 22 Universitas Trunojoyo Madura yang berisikan anggota diantaranya Nadia Agmu, Shifa Salsa Billah, Aginda Sahara, Alfidhah Muthaharani, Herliana Wahyu, Kholidiyah Sindy Salma, Pujianto Dimas, Farhan Mubarok, Izzatu Afkarina, Muslihatul Ummah, Dito Setiyadi, Alfin Hidayah, Moh. Nur Agusti. Kelompok 22 Desa Lapa Daya melaksanakan kegiatan workshop pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit semangka. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Juli 2025 di Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep yang bertemakan Selamatkan tanah kita: Kurangi pupuk Kimia, beralih ke pupuk organic cair dari limbah kulit semangka.
Berdasarakan komoditas uunggulan Desa Lapa Daya yakni Semangka, oleh karena itu tujuan dilaksanakan kegiatan workshop ini untuk memanfaatkan limbah kulit semangka menjadi pupuk organik cair. Workshop pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit semangka ini disampaikan oleh Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura yakni saudari Muslihatul Ummah dan Kholidiyah Sindy Salma sebagai Trainer Workshop. Kegiatan ini dilaksanakan dibawah bimbingan bapak Dr.Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si. sebagai dosen pembimbing lapang.
Melalui kegiatan ini, para petani desa Lapa Daya diajak untuk memanfaatkann limbah dari kulit semangka uuntuk dijadikan pupuk organik cair sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat menjaga kesuuburan tanah dan menekan biaya pembelian pupuk.
Dalam kegiatan workshop ini, Kholidiyah Sinndy mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang bertindak sebagi Trainer menjelaskan dampak bahaya penggunaan pupuk kimia sintestis secara terus menerus dengan penggunaan dosis yang berlebihan. Muslihatul Ummah, mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura yang bertindak sebagai Trainer juga menjelaskan pentingnya penggunaan pupuk organik cair khusunya dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan menekan dampak negative dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, dengan judul Optimalisasi Kulit Semangka sebagai Bahan Baku POC dalam Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswi KKN kelompok 22 UTM sukses mencuri perhatian para Kelompok Tani desa Lapa Daya. Menurutnya proses pembuatan pupuk organik cair dari lmbah kulit semangka sangat mudah dan tidak butuh biaya yang besar dan penggunaannya yang efektif.

Para peserta workshop menunjukkan anntusiasme yang sangat tinggi baik saat pemaparan materi atau saat praktik pembuatan pupuk organik cair berlangsung. Beberapa diantara para peserta ini, menyampaikan pertanyaan dan pengalaman pribadi dalam proses budidaya semangka dan melon. “kegiatan workshop pembuatan pupuk organic cair ini sangat bermanfaat bagi kita karena disini pupuk yang digunakan hanya pupuk kimia sintetis tanpa ada inovasi pembuatan pupuk organik cair, sehingga para petani nantinya dapat mempraktikan pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik cair secara langsung” ujar Kepala Dusun Telbuk, Desa Lapa Daya.
Program ini tidak hanya memberikan Solusi terhadap limbah kulit semangka, namun juga mewudujkan pertanian berkelanjutan di Desa Lapa Daya. Dengan memanfaatkan limbah organic lokal, para petani tidak hanya menghemat biaya pembelian pupuk, namun juga menjaga keseimbangan ekosistem tanah, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupukl kimia. Dengan adanya program ini masyarkat dapat mudah mempraktikkan dan sesuai dengan kondisi ekonomi dan geografis desa.
Sebagai wujud keberlanjutan, kelompok KKN 22 Universitras Trunojoyo Madura memberikan pamflet tentang cara pembuatan Pupuk Organik Cair. Hal ini bertujuan agar para petani memiliki panduan yang dapat dibaca Kembali di rumah. Dengan terselenggarannya kegiatan ini, mahasiswa KKN 22 UTM tidak hanya belajar berinteraksi dan berkontribusi langsung dengan masyarakat, tetapi juga menanamkan semangat kepedulian sosial dan lingkungan dalam praktik nyata. Tim KKNb berharap dengan adanya ilmu yang dibagikan akan berjalan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri di kemudian hari.
Diakhir acara mahasiswa KKN kelompook 22 UTM memberikan buah tangan berupa produk POC yang sudah jadi yang nantinya para petani dapat mengaplikasikan ke tanaman secara langsung. Kegiatan ini mencerminkan komitmen mahasiswa KKN kelompok 22 UTM dalam mendukung kemajuan desa dari sisi keberlanjutan liingkungan. Diharapkan kedepannya akan ada tindak lanjut berupa pendampingan yang lebih teknis, sehingga pemanfaatan pupuk organik cair ini dapat benar-benar diterapkan oleh para petani Desa Lapa Daya.


