Bangkalan – Semangat kepedulian terhadap lingkungan pendidikan ditunjukkan dengan nyata oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka sukses menggelar program edukasi komprehensif tentang bullying di dua lembaga pendidikan dasar, yakni SDN Planggiran 1 dan SDN Planggiran 2. Kegiatan yang berlangsung serentak pada Senin, 14 Juli 2025, ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa dan tenaga pendidik, menjadi bukti konkret komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang tidak hanya aman dan nyaman, tapi juga sepenuhnya bebas dari bayang-bayang perundungan.
Program ini merupakan salah satu inisiatif strategis dari serangkaian program kerja utama KKN Kelompok 10 UTM yang berlokasi di Desa Planggiran Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Kesadaran akan urgensi pencegahan bullying sejak dini mendorong para mahasiswa untuk berinisiatif memberikan pemahaman yang mendalam kepada seluruh siswa mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh perundungan, serta membekali mereka dengan berbagai cara efektif untuk mengatasi dan mencegahnya.
Penanggung Jawab program kerja ini, Fatimatuz Zahro dan Fariz Pradana Ihza menegaskan bahwa pemilihan target siswa sekolah dasar didasarkan pada keyakinan kuat tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai empati dan toleransi sejak usia yang sangat muda. “Kami sungguh percaya bahwa edukasi tentang bullying harus dimulai sejak dini. Anak-anak di usia sekolah dasar ini adalah tunas-tunas harapan, generasi penerus bangsa yang perlu kita bekali dengan pemahaman yang kokoh tentang bagaimana berperilaku secara positif, menghargai sesama, dan secara aktif menghindari segala bentuk tindakan perundungan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Baca juga : Warga Desa Planggiran Bersatu Melalui Ragam Permainan Outbound dan Aktivitas Kebugaran Pagi
Pelaksanaan program di SDN Planggiran 1 dan SDN Planggiran 2 dirancang secara interaktif dan dinamis untuk memaksimalkan penyerapan materi oleh siswa. Para mahasiswa KKN menggunakan beragam metode kreatif yang mampu menarik perhatian anak-anak, seperti pemutaran video animasi edukatif yang mudah dicerna, bernyanyi bersama tentang anti-perundungan, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif dan rasa ingin tahu. Materi yang disampaikan mencakup definisi apa itu bullying, berbagai jenis-jenis bullying yang sering terjadi (meliputi bullying fisik, verbal, sosial, hingga siber), dampak psikologis dan fisik yang merugikan baik bagi korban maupun pelaku, macam-macam pelaku bullying serta langkah-langkah konkret yang harus dilakukan jika seseorang menjadi korban perundungan atau menyaksikan tindakan bullying. Pendekatan yang menyenangkan ini terbukti efektif dalam menjaga antusiasme dan fokus siswa sepanjang kegiatan.
Tidak hanya pemberian materi kepada siswa saja, mahasiswa KKN kelompok 10 juga membuat poster mengenai anti bullying yang diserahkan kepada SDN Planggiran 1 dan 2. Setiap poster memuat poin-poin penting seperti definisi sederhana tentang bullying, jenis-jenisnya, dampak serta cara mencegah bullying. Harapannya, dengan terpampangnya poster-poster ini di madding sekolah, kesadaran siswa terhadap isu bullying akan terus terpupuk dan menjadi bagian dari budaya sekolah. Kepala SDN Planggiran 1, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan berkelanjutan dari mahasiswa KKN UTM. “Selain kami merasakan manfaat langsung dari edukasi tatap muka, kami juga mendapatkan dukungan berupa poster-poster yang sangat bermanfaat. Ini akan menjadi pengingat visual yang konstan bagi anak-anak kami. Kami akan menempatkannya di tempat yang mudah dijangkau dan dilihat oleh semua siswa,” ungkapnya dengan antusias.
Senada dengan itu, Kepala SDN Planggiran 2, juga mengapresiasi inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam menyediakan media edukasi. “Poster-poster ini adalah pelengkap yang sempurna untuk program yang telah disampaikan. Desainnya menarik dan pesannya jelas. Kami yakin ini akan sangat membantu dalam kampanye anti-bullying di sekolah kami,” tambahnya, menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Kegiatan edukasi bullying ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai program kerja sesaat, melainkan menjadi pemicu kuat bagi perubahan perilaku jangka panjang di kalangan siswa dan komunitas sekolah. Mahasiswa KKN Kelompok 10 UTM sangat berharap bahwa pengetahuan dan kesadaran yang telah mereka sampaikan dapat diaplikasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, mereka akan mampu menjadi agen perubahanpositif di lingkungan masing-masing, menyebarkan semangat anti-perundungan dan kebaikan.
Melalui program edukasi dini ini, asa untuk terciptanya generasi muda yang lebih peka terhadap perasaan orang lain, menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, dan memiliki keberanian untuk bersuara melawan segala bentuk perundungan semakin menguat. KKN Kelompok 10 UTM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam upaya membangun karakter anak bangsa yang berintegritas, memiliki empati tinggi, dan mampu menciptakan masa depan yang lebih baik, bebas dari perundungan.


