Home Ekonomi Dosen FKM UNAIR Ajak Warga Bangkalan Ubah Kelor Jadi Cokelat

Dosen FKM UNAIR Ajak Warga Bangkalan Ubah Kelor Jadi Cokelat

SHARE
Produk Chokelor yang dibuat dalam Kegiatan Pengmas FKM UNAIR di Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan (12/9/2021). Foto: istimewa

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga akhir pekan kemarin (12/9/2021) menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk Pengembangan Usaha Bakery, Cake dan Cookies Berbasis Pesantren. Lokasinya berada di Pondok Pesantren Addimyati Nurul Iman, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan.

“Kami melihat potensi pesantren untuk menjadi UMKM unggulan dengan memanfaatkan lokasi yang sangat dekat dengan Jembatan Suramadu,” kata Siti Rahayu Nadhiroh selaku Ketua Tim Pengmas.

Nadhiro dan tim pengmas yang terdiri dari Diansanto Prayoga; dan Aisyah Dewi Muthi’ah; serta Mahasiswa S1 Gizi FKM UNAIR memperkenalkan Cokelat Kelor (Chokelor) bergambar Jembatan Suramadu. Lewat inovasi itu, Nadhiro ingin membantu perekonomian warga.

Sejumlah desa dekat Suramadu banyak tumbuh pohon kelor. Namun belum termanfaatkan maksimal. Di sisi lain, cokelat merupakan jajanan yang disukai oleh semua kalangan dan tahan lama.

Baca Juga:  Kemunculan Kembali Saipul Jamil di TV Tuai Banyak Kritik, Begini Reaksi Dosen UNAIR

“Paling-paling Kelor disini diolah jadi sayur. Nah sekarang kita inovasikan jadi cokelat. Kami harap Chokelor bisa menjadi produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Madura,” harap Nadhiro disambut antusias Pengasuh PP Addimyati Nurul Iman, Nyai Hajjah Thoyyibah Ishaq.

Sebagai informasi, Kabupaten Bangkalan sendiri merupakan wilayah yang strategis. Kehadiran Jembatan Suramadu menjadi pintu gerbang penghubung ibukota Provinsi Jawa Timur dan Pulau Madura.

“Koperasi pondok pesantren telah berjalan dengan menjual produk makanan. Namun pengemasannya masih sederhana. Pemasarannya pun masih dari mulut ke mulut dengan konsumen terbatas. Padahal peluangnya sangat besar karena lokasinya sangat strategis dekat Jembatan Suramadu,” tutur Dosen Departemen Gizi FKM UNAIR.

Baca Juga:  Gebyar Batik Pamekasan Digelar di Semarang, Pengusaha Lokal: Buang-Buang Anggaran

Nadhiroh menyebutkan ada beberapa kegiatan dalam acara pengabdian masyarakat kali ini. Di antaranya yaitu pengenalan produk cokelat kelor berlogo Jembatan Suramadu; pendampingan perizinan PIRT untuk produk makanan yang tengah berjalan; dan cara memasarkan produk melalui marketplace.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Sukolilo Barat, Labang Bangkalan diketahui ikut hadir. Ia turut antusias dan mendukung inovasi tim pengmas.

Nadhiro berharap, kegiatan pengmas kali ini berdampak pada perekonomian warga. Termasuk warga Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, yang merupakan desa terdekat dengan Jembatan Suramadu.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya UNAIR menyukseskan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Tepatnya SDG 2, No Hunger; SDG 8, Decent Work Economic Growth; dan SDG 17, Partnership for the Goals,” pungkasnya. (Ipong)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here