kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Ironi Pelayanan Kesehatan di Balik Duel Berdarah Tragah : Puskesmas Tragah tolak Korban Kritis, Terpaksa Dievakuasi pakai Pick Up ke RSUD Syarifah Ambami Bangkalan

BANGKALAN – Peristiwa duel berdarah yang terjadi di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, tidak hanya menyisakan duka akibat jatuhnya korban jiwa, tetapi juga memunculkan sorotan tajam terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai tidak responsif dalam situasi darurat.

Berdasarkan keterangan yang beredar di tengah masyarakat, korban yang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam sempat dibawa warga menuju Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis pertama. Namun harapan warga untuk memperoleh pertolongan segera justru berujung kekecewaan. Korban diduga tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya dan tidak langsung memperoleh tindakan medis darurat.

Tidak hanya itu, fasilitas ambulans yang tersedia di lingkungan Puskesmas juga disebut tidak digunakan untuk proses rujukan. Keluarga korban bersama warga diarahkan agar membawa korban secara mandiri ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan. Dalam kondisi penuh kepanikan dan keterbatasan sarana, warga akhirnya mengevakuasi korban menggunakan kendaraan pick-up terbuka menuju rumah sakit.

Kondisi tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat Tragah. Banyak pihak menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat pelayanan publik dan hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan, khususnya dalam kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.

Nur Hasan Ketua Umum HIMACITRA

Nur Hasan ketua umum Himacitra: “Peristiwa Ini Menunjukkan Krisis Empati dalam Pelayanan Kesehatan”

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cinta Tragah (Himacitra), Nur Hasan, menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik keras terhadap dugaan sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh oknum petugas Puskesmas Tragah.

“Atas nama mahasiswa dan masyarakat Tragah, kami sangat menyayangkan dan mengecam dugaan penolakan terhadap korban yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Puskesmas merupakan fasilitas publik yang dibangun dari anggaran negara untuk melayani masyarakat, bukan untuk mengabaikan warga yang sedang berada dalam kondisi kritis,” ujarnya.

Menurut Nur Hasan, apa pun alasan yang mendasari tidak diberikannya pelayanan ataupun fasilitas ambulans kepada korban, hal tersebut mencerminkan lemahnya komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan publik.

“Peristiwa ini menjadi catatan buruk bagi wajah pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan. Ambulans merupakan fasilitas yang disediakan untuk keadaan darurat. Jika dalam kondisi genting seperti ini tidak dapat dimanfaatkan, tentu masyarakat berhak mempertanyakan fungsi dan keberadaannya. Membiarkan korban dengan luka berat diangkut menggunakan kendaraan terbuka merupakan situasi yang sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi,” tegasnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kebijakan agar kualitas pelayanan kesehatan, terutama di tingkat puskesmas, dapat diperbaiki secara menyeluruh.

“Kami berharap ada langkah nyata untuk melakukan pembenahan. Jangan sampai fasilitas kesehatan hanya menjadi bangunan pelayanan tanpa kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Himacitra akan terus mengawal persoalan ini agar hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dapat benar-benar terpenuhi,” _Nur Hasan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img