Pojoksuramadu, Bangkalan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Inovasi Pengolahan Nugget dan Bakso Kepiting serta Branding Produk. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus mendorong lahirnya UMKM yang lebih inovatif melalui pemanfaatan potensi perikanan lokal.
Sosialisasi diikuti oleh nelayan dan ibu rumah tangga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pesisir. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai diversifikasi produk hasil laut, keamanan pangan, peluang usaha, serta strategi pemasaran yang dapat meningkatkan daya saing produk olahan kepiting.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan nugget dan bakso kepiting. Mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengolahan daging kepiting, pencampuran adonan, hingga teknik pengemasan dipraktikan secara langsung agar masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri sebagai peluang usaha.
Tidak hanya berfokus pada inovasi produk, mahasiswa KKN Kelompok 4 juga memberikan pendampingan branding UMKM melalui pembuatan logo, label produk, dan desain kemasan yang lebih menarik serta informatif. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha membangun identitas produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan lebih mudah dipasarkan.
Perwakilan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN dalam mengembangkan potensi hasil laut di tingkat desa.
“Kepiting merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Melalui inovasi pengolahan dan branding seperti ini, masyarakat dapat memperoleh nilai tambah dari hasil tangkapannya. Kami berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengolahan, masa simpan produk, hingga cara memasarkan produk kepada konsumen. Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga.
“Selama ini kami hanya menjual kepiting dalam keadaan segar. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa kepiting bisa diolah menjadi nugget dan bakso yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Apalagi kami juga diajarkan membuat logo, label, dan kemasan produk sehingga hasilnya terlihat lebih menarik,” ungkap salah seorang peserta.

Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 4 berharap masyarakat mampu mengembangkan usaha olahan hasil laut secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat peran perempuan pesisir dalam mendukung perekonomian lokal. Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya laut menjadi produk yang bernilai tambah dan berdaya saing.


