Bangkalan, 9 Januari 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan program sosialisasi dan praktik pengolahan jagung yang diselenggarakan di Desa Paka’an Laok.
Kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil panen jagung di Desa Paka’an Laok yang selama ini masih didominasi pemanfaatannya dalam bentuk bahan mentah. Padahal, jagung memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai jual.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai jual, memberikan pemahaman tentang potensi jagung sebagai bahan olahan pangan, melatih masyarakat melalui praktik langsung pengolahan jagung, mendorong terciptanya produk khas Desa Paka’an Laok, serta menumbuhkan minat kewirausahaan masyarakat desa.
Sosialisasi ini diikuti oleh warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, agar mampu mengolah jagung lokal menjadi produk pangan seperti kerupuk dan keripik jagung. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pengolahan hasil pertanian tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan nilai jual jagung.
Mahasiswa KKN mendampingi warga dalam beberapa tahapan pengolahan jagung. Tahapan tersebut meliputi pembersihan bahan, perendaman, perebusan, penghalusan, pencampuran adonan, pengukusan, pembentukan, penjemuran, hingga penggorengan. Seluruh proses disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam proses pengolahan kerupuk dan keripik jagung meliputi jagung, tepung terigu, tepung tapioka, ragi, garam, bawang putih, air, dan penyedap rasa.

Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat aktif mengikuti setiap tahapan pengolahan jagung, mulai dari menyiapkan bahan hingga mencoba mengolah adonan secara langsung. Proses pembentukan adonan dilakukan dengan cara membulatkan atau memotong adonan menjadi ukuran kecil, kemudian dipipihkan menggunakan rolling pin. Tahap terakhir adalah proses penggorengan dan dilanjutkan dengan mencicipi hasil kerupuk jagung yang telah dibuat. Hal ini menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal jagung menjadi produk bernilai jual.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UTM Kelompok 11 berharap masyarakat Desa Paka’an Laok tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan jagung menjadi kerupuk atau produk olahan pangan lainnya, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri di rumah, membangun usaha kecil, serta meningkatkan pendapatan keluarga dan perekonomian desa.
Desa Paka’an Laok, 9 Januari 2026
Yang membuat, Iin, Bunga Ayu Saputri, Muhammad Ansori


