Home Peristiwa Diduga Serangan Jantung, Tukang Becak Tewas Saat Mengantarkan Penumpang

Diduga Serangan Jantung, Tukang Becak Tewas Saat Mengantarkan Penumpang

0
SHARE
Jenazah saat dibawa polisi. (Foto: pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Surabaya – Nasib nahas menimpa tukang becak asal Kampung Morombuh Desa Morombuh, Kwanyar, Bangkalan. Pasalnya, dia harus meregang nyawanya saat mengantarkan penumpang, (11/01/2020) sekitar pukul 13.40 WIB.

Pengais becak yang diketahui bernama Hatip (60) th, tinggal di jalan Kampung Seng No. 43 Kelurahan Simolawang, Simokerto, Surabaya ini meninggal dunia saat di perjalanan, tepatnya di Jalan Raya Karang Tembok, Surabaya.

Menurut saksi mata, korban saat itu membawa penumpang dari Simolawang ke Wonosari Lor, namun ketika sampai di jalan Karang Tembok Surabaya korban jatuh dan tergeletak dengan wajahnya terlihat pucat.

Baca Juga:  Bikin Onar! Pemuda ini Dijebloskan Dalam Penjara

“Setelah diketahui, warga sekitar langsung menolong korban yang saat itu masih sempat bernapas, kemudian korban oleh warga dibopong ke pinggir, namun sudah tak bernyawa lagi,” ujar Darto, warga Sekitar.

Kapolsek Semampir, Kompol Ariyanto Agus, mengatakan dengan meninggalnya Hatip ini diduga lantaran serangan jantung, korban meninggal saat akan mengantarkan penumpangnya.

“Korban saat itu membawa penumpang dari Simolawang dengan tujuan ke jalan wonosari Lor surabaya. Begitu sampai di jalan Karang tembok. korban terjatuh dari becaknya dan meninggal dunia,” ungkap Ariyanto.

Baca Juga:  3 Pasangan diamankan PolPP Sumenep di Kamar Kos, 9 lainnya Pesta Miras

Dengan peristiwa itu Polsek beserta petugas lainya menghubungi pihak dari keluarga dan dan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban.

“Selanjutnya sekitar pukul 15.30 WIB, jenazah korban dibawa ke rumah keluarga yang berlokasi di jalan Bulak Banteng Wetan gang 13, Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya dengan menggunakan mobil Ambulance dari Dinas Sosial Kota Surabaya,” papar Kapolsek.

“Dari tubuh Hatip tidak ditemukan bekas tindak kekerasan ataupun penganiayaan. “Pungkasnya. (Pen/id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here