kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

IAIN Madura Kini Resmi Menjadi UIN Madura: Tonggak Baru Pendidikan Islam di Pulau Garam

pojoksuramadu.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Keputusan tersebut diterima secara resmi pada Senin, 26 Mei 2025, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, pukul 13.00 WIB.

Momen bersejarah ini disambut penuh syukur oleh Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., yang turut hadir dalam prosesi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses panjang perubahan status ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Gubernur Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, serta seluruh tim transformasi IAIN Madura yang telah bekerja keras mulai dari penyusunan borang hingga pendampingan tuntas proses ini. Tak lupa, seluruh sivitas akademika yang menjadi fondasi utama perubahan ini,” ungkap Rektor Saiful Hadi.

Universitas Islam Negeri Madura
Universitas Islam Negeri Madura

Ia menekankan bahwa perubahan status ini bukan sekadar penggantian nama, melainkan merupakan langkah strategis untuk membawa UIN Madura pada peran yang lebih luas dalam pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat Madura.

“Transformasi ini adalah awal baru. Kami akan mengembangkan UIN Madura sebagai perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam, berlandaskan budaya dan karakter geografis Madura,” lanjutnya.

Baca juga : Kolaborasi Sastra Bermakna : Sang Prabu dan Nanggala Kupas Jiwa Lewat Puisi

Mengusung slogan “Kampus Taneyan Lanjang untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif”, UIN Madura mengambil filosofi lokal ‘taneyan’—ruang terbuka di lingkungan rumah masyarakat Madura—sebagai basis pengembangan akademik. Halaman belakang yang terhubung dengan lahan pertanian akan menjadi ruang tumbuh ilmu pertanian dan kehutanan, sedangkan halaman depan yang menghadap laut menjadi simbol keterbukaan, ekonomi maritim, dan hubungan sosial-ekonomi berbasis masyarakat.

Tak hanya fokus pada lokalitas, UIN Madura juga menatap visi global dengan mempersiapkan generasi unggul yang relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2045. Untuk itu, pembukaan program-program studi baru yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Generasi Z menjadi salah satu agenda utama.

Dengan semangat baru ini, UIN Madura berkomitmen menjadi pilar penting dalam pembangunan nasional dan regional, serta terus memperkuat kontribusinya dalam ranah keilmuan Islam yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img