kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

KELOMPOK KKN-K CETAK WIRAUSAHA BARU LEWAT CAMILAN KENTANG “KENBITES” DI DESA PUNTUKDORO MAGETAN

06 Juli 2025 dibalik hasil pertanian di Desa Puntukdoro, Kabupaten Magetan memiliki potensi yang melimpah dalam hasil pertaniannya. Namun sebagian besar belum sepenuhnya tergarap, terutama dalam hal pengelolaannya.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunojoyo Madura dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Haryo Triajie S.Pi, M.Si., menggandeng ibu-ibu PKK di desa. Pelatihan yang berlangsung di Balai PKK ini mengambil fokus pada pengolahan kentang, salah satu komoditas yang mudah dijumpai di desa tersebut.

Ibu-ibu PKK mengikuti kegiatan dengan antusias. Bersama para mahasiswa, mereka mencoba mengolah kentang menjadi berbagai makanan ringan yang lebih bernilai jual. Salah satu produk yang dikembangkan diberi nama “KenBites”, yang berarti “kentang yang bisa digigit-gigit”.

Mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan teknis seputar pengolahan makanan, tetapi juga memperkenalkan konsep branding dan pengemasan produk. Para peserta diajak belajar tentang pentingnya nama produk, desain label, hingga strategi pemasaran sederhana yang bisa diterapkan secara mandiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Kolaboratif dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui pelatihan ini diperkenalkan pula konsep diversifikasi produk pertanian yaitu strategi mengolah hasil tani agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diproses menjadi produk olahan bernilai ekonomis lebih tinggi.

“anak saya kalau makan olahan kentang seperti perkedel gitu nggak suka mbak, nah ini bisa jadi anak saya suka karena bentuknya camilan tapi tetap sehat,” ujar salah satu ibu-ibu PKK.

Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di pelatihan semata, tetapi mampu mendorong terbentuknya kelompok usaha ibu-ibu yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menggali potensi desa dan membangun kemandirian ekonomi lokal. Semangat kolaboratif antara mahasiswa dan warga desa membuktikan bahwa inovasi kecil pun bisa memberi dampak besar.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img