kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

KKN 27 UTM Sosialisasikan “Stop Bullying” di SMAN 1 Waru Pamekasan

Pamekasan, 14 Juli 2025 – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 27 Waru Timur dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar sosialisasi edukatif bertema “Stop Bullying” di SMA Negeri 1 Waru, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja tematik kkn 27 yang mengusung nilai-nilai sosial, empati, dan penguatan karakter di kalangan pelajar.

Isu Bullying atau perundungan masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyber bullying), bentuk-bentuk kekerasan ini kerap terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis serta prestasi akademik siswa.

Melihat realitas tersebut, Mahasiswa KKN 27 Waru Timur merasa terpanggil untuk menginisiasi gerakan kesadaran anti-bullying di sekolah tingkat menengah atas.

Kegiatan sosialisasi “Stop Bullying” ini dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, dan simulasi peran. Acara yang diadakan di ruang kelas sma 1 waru ini diikuti oleh puluhan siswa kelas XI, didampingi oleh guru serta staf sekolah.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKN 27 Waru Timur, Udhay Rahman menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan menumbuhkan kesadaran akan bahaya bullying di kalangan remaja.

“Kami ingin membentuk kesadaran kolektif bahwa bullying bukanlah hal sepele. sekecil apapun tindakan yang menyakiti orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus dicegah bersama. Lewat kegiatan ini, kami berharap siswa bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah mereka,” ujarnya.

Penyuluhan yang disampaikan oleh para mahasiswa KKN membahas secara rinci jenis-jenis bullying, penyebab, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah preventif dan solutif yang bisa dilakukan siswa jika melihat atau mengalami perundungan. Suasana kegiatan berlangsung sangat interaktif, dengan banyak siswa yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman mereka.

Salah satu siswa peserta, anisa, mengungkapkan bahwa ia pernah merasa dikucilkan teman sekelas karena penampilannya. Melalui kegiatan ini, ia merasa lebih didengar dan termotivasi untuk percaya diri kembali.

“Saya baru sadar kalau yang saya alami itu termasuk bullying. setelah ikut kegiatan ini, saya merasa tidak sendirian. sekarang saya tahu bagaimana harus bersikap, dan juga belajar untuk tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain,” kata Anisa.

Selain sesi sosialisasi, acara juga diisi dengan kegiatan role-play yang menggambarkan situasi bullying di kelas maupun di media sosial. Dari simulasi tersebut, para siswa diajak untuk memahami sudut pandang korban dan belajar menunjukkan sikap empati serta cara melaporkan kasus bullying dengan benar.

Pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa. Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Waru, ibu masriah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. upaya mahasiswa kkn 27 ini sangat membantu kami dalam membina lingkungan sekolah yang ramah dan bebas kekerasan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan foto menggunakan frame foto yang sudah disiapkan oleh kakak KKN 27 yang bertuliskan “Stop Bullying” lalu dikemas ke dalam sebuah video yang diunggah di sosial media KKN 27 sebagai simbol gerakan bersama menolak segala bentuk kekerasan di sekolah.

Sosialisasi “Stop Bullying” ini merupakan salah satu program unggulan dari KKN 27 Waru Timur Universitas Trunojoyo Madura yang aktif mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh yang berkelanjutan di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Pamekasan dan sekitarnya.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img