Tim dosen pengabdian bersama mahasiswa KKNT menghadirkan edukasi ketahanan pangan melalui media interaktif Petualangan Sidara di dalam kelas
Siswa SDN Telang 1 mengikuti kegiatan sosialisasi edukasi ketahanan pangan melalui video, kegiatan berlangsung di ruang kelas V, 3 Oktober 2026, 19 siswa diajak untuk memahami dan mendengarkan pesan melalui video ketahanan pangan. Mahasiswa dan tim dosen menggunakan game interaktif. Kegiatan ini melibatkan siswa untuk belajar mengenai ketahanan pangan di lingkungan sekolah, siswa diajak untuk melihat tayangan video yang berisi mengenai pengenalan karakter sidara, mengapa pangan harus dijaga, mengenal tanaman pangan, bagian dari tanaman, mengajak untuk menanam tumbuhan dan ikut andil dalam program ketahanan pangan.
Siswa juga diajak untuk menjawab pertanyaan mengenai video petualangan SIDARA menggunakan game interaktif, Makanan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, siswa diajak memahami bahwa makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber daya yang perlu dijaga, siswa diqajak untuk mengerti dari mana sumber pangan berasal, pentingnya petani dalam adanya pangan. Tanaman pangan memiliki peran penting tidak hanya bagi siswa saja namun bagi semua masyarakat dan siswa diajak untuk mengerti hal tersebut, pengertian ketahanan pangan dan pentingnya pengetahuan mengenai tanaman pangan dapat dikenalkan sejak usia dini.
Dengan memberikan sosialisasi video mengenai ketahanan pangan di sekolah dasar dapat membuat siswa paham lebih dini mengenai pentingnya ketahanan pangan. Siswa diajak mengenal karakter utama yaitu Sidara, menceritakan mengenai petualangan sidara melalui video yang berisi mengenai pengenalan tanaman pangan, selain itu mahasiswa juga menyajikan game interaktif menjawab pertanyaan dari video yang ditayangkan baik secara klasikal dan individu.
Siswa tampak antusias baik saat video ditayangkan maupun game interaktif, siswa tampak semangat saaat menjawab pertanyaan baik secara klasikal maupun secara individu, menurut salah satu siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa“Senang dan menikmati cerita, belajar seperti dari mulai bibit sampai berbuah, cara menanam menyiram, memberi pupuk, lalu memanen saat berbuah”, siswa diajak untuk memilih jawaban baik individu maupun bersama teman.
Siswa juga dapat lebih dalam mengenali tanaman melalui video dan dapat ditegaskan ulang melalui game interaktif yang telah mereka laksanakan, siswa dapat memperoleh poin dan reward setelah pelaksanaan game interaktif, siswa berebut menjawab, mereka menjawab game dengan tertawa, berdiskusi Bersama teman dan saling bantu untuk memilih jawaban yang benar. Permainan membuat siswa tidak hanya melihat video dan memahami secara pasif, namun juga menjadi bagian dari proses belajar dan berkembang, selain itu siswa diajak untuk menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, bukan hanya sebagai hiburan.
Kolaborasi mahasiswa dan tim dosen menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif bagi siswa, tim dosen juga berperan dalam memfasilitasi pembelajaran mulai dari merancang kegiatan dari awal hingga akhir, menyiapkan media video petualangan sidara dan menentukan materi apa saja yang terdapat pada video petualang Sidara.
Sedangkan peran mahasiswa dalam pelaksanaan sosialisasi video petualangan Sidara diantaranya membantu pelaksanaan kegiatan dari menyiapkan tempat dan mengkondisikan siswa, mahasiswa membangun interaksi yang baik dengan siswa sebelum video petualangan Sidara di putar, mendampingi siswa agar menyimak video dari awal hingga akhir.
Mahasiswa juga membantu dan mendampingi siswa untuk menjawab game interaktif, melalui kegiatan tersebut, siswa dapat memahami ketahanan pangan sebagai konsep yang dekat dan tidak jauh hubungannya dari kehidupan siswa, siswa juga diharapkan dapat mengenali makanan, tanaman lingkungan sehari-hari sebagai sesuatu yang dapat mereka kenali.
Kegiatan sosialisasi di SDN Telang 1 membuktikan bahwa teknologi digital dapat bertransformasi menjadi sarana edukasi yang sangat efektif bagi anak-anak. Melalui pemanfaatan video interaktif dan game edukatif, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya ketahanan pangan.
Sependapat dengan y6ang disampaikan oleh bu Denok selaku Kepala sekolah “Program SIDARA itu program ketahanan pangan yang dimulai dari proses bibit hingga panen dampak positif siswa adalah mereka bisa tau bagaimana proses tumbuhan itu, tumbuh sampai nantinya menghasilkan buah dan kemudian buah itu nanti di manfaatnya untuk apa, mungkin bisa langsung di konsumsi atau kalau dari si ekonomi kewirausahaan bisa dijual belikan juga bisa di olah kembali menjadi produk baru.
Jadi mungkin prosesnya itu adalah hal yang sangat positif jadi mereka lebih tau step by step, dari satu tanaman ini akan menghasilkan beberapa produk yang bisa digunakan atau manfaatnya sangat banyak tidak hanya satu, saya rasa program nya bisa lebih pemahaman secara nyata pada siswa di kontekstual pembelajarannya.
kalau dari sekolah ada program SIDARA senang karena kita punya kebun mini kebun tanaman apa saja yang bisa dipanen itu juga bisa untuk kegiatan edukasi jadi pembelajaran di alam bagi sekolah kami yang mungkin alamnya tidak punya apa itu tomat seperti apa, apa itu cabe seperti apa, jadi manfaat dari sekolah juga menambah aset dalam pembelajaran sehari-hari bagi para guru selain itu juga memberikan keindahan dan sejuk dipandang dan juga menghasilkan”.
Kolaborasi kreatif ini berhasil mengubah perangkat teknologi dari sekadar media hiburan menjadi jembatan pengetahuan yang bermakna. Diharapkan, pemahaman yang terbangun hari ini mampu melahirkan generasi muda yang peduli terhadap sumber daya pangan dan lingkungan sekitar mereka.
Hal ini sependapat dengan wali kelas V yang menyatakan “harapan saya peran sidara ini dapat memberikan siswa bekal supaya mereka bisa merawat tanaman dirumah, bagaimana cara memberikan pupuk , menyiram tanaman yang benar sesuai dengan kebutuhan tanaman-tanaman yang berbeda”.


