Mahasiswa KKN kelompok 01 dari universitas Trunojoyo Madura melaksanakan kegiatan sosialisasi QRIS (quick response code Indonesia standard) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,( UMKM ) di desa lesong daya, kecamatan batumarmar, kabupaten Pamekasan, Senin (14/7/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi desa menuju era digital.
QRIS merupakan sistem pembayaran berbasis kode QR yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, yang memungkinkan transaksi dari berbagai aplikasi pembayaran cukup dengan satu kode. Bagi pelaku UMKM, QRIS sangat bermanfaat karena: Dapat Mempermudah transaksi tanpa uang tunai, Meningkatkan keamanan dan efisiensi usaha, serta Memperluas akses pasar digital.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN kelompok 01 mengajak pelaku UMKM desa untuk mulai mengenal dan menggunakan QRIS dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Sosialisasi ini dimulai dengan presentasi interaktif di Balai Desa yang dihadiri para perangkat desa yang antusias mengikuti materi. Mahasiswa KKN menjelaskan manfaat QRIS, cara pendaftarannya melalui mitra resmi (seperti BRI, BNI, OVO, atau DANA), hingga praktik langsung menggunakan aplikasi e-wallet.
Dan menjelaskan secara praktis cara mendaftar QRIS, memindai kode QR, dan melakukan transaksi melalui simulasi langsung menggunakan aplikasi dompet digital.
Salah satu mahasiswa KKN, Muhammad Wahyudi menyampaikan, “Bahwa kegiatan ini dapat membantu UMKM desa agar bisa mengikuti perkembangan di era digital. QRIS itu mudah digunakan dan bisa membuat usaha agar lebih mudah”.
Selain pemaparan materi, tim KKN juga membagikan leaflet panduan, dan melakukan simulasi transaksi digital.
Respon warga sangat positif, Bapak kepala desa lesong daya “Arif Budiyatno” mendukung penuh kegiatan ini, serta menyebutkan bahwa digitalisasi adalah langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura berupaya mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik dan ekonomi desa. Sosialisasi QRIS kepada perangkat desa menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang mandiri, transparan, dan siap menghadapi era digital.


