kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKN UTM Ikuti Kirab Budaya di Desa Bicabbi: Sinergi Kampus dan Kearifan Lokal

SUMENEP, 30 Juni 2025 Suasana semarak dan penuh warna menghiasi Desa Bicabbi, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, saat kirab budaya tahunan digelar pada akhir Juni lalu. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan desa yang telah dihias sedemikian rupa, menyambut rombongan peserta kirab yang menampilkan kekayaan tradisi dan seni lokal. Di antara peserta, tampak sekelompok mahasiswa mengenakan rompi biru bertuliskan “KKN UTM Kelompok 17” yang menarik perhatian masyarakat.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam kelompok 17 program Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut ambil bagian dalam kemeriahan kirab tersebut. Sebanyak 13 mahasiswa yang tengah melaksanakan KKN bertema Transformasi Digital dan Optimalisasi Potensi Lokal di Desa Bicabbi ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya yang menjadi agenda tahunan desa.

Dengan mengenakan pakaian semi-formal dan rompi identitas KKN, para mahasiswa berjalan bersama warga, menampilkan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal. Mereka juga turut mengiringi pertunjukan daul atau tong-tong, yakni kesenian musik khas Madura yang dimainkan menggunakan alat musik tradisional berbahan dasar kayu dan kulit. Hiasan tong-tong dengan warna-warna mencolok dan ornamen khas Madura menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi latar foto mahasiswa bersama warga.

Baca juga : Singkirkan Sampah, Suburkan Tanah: Mahasiswa KKN K Universitas Trunojoyo Madura Sosialisasikan POC dan Dekompose

Partisipasi dalam kirab budaya ini bukan sekadar bentuk keikut sertaan seremonial, melainkan menjadi bagian dari pendekatan sosial yang dilakukan mahasiswa dalam membangun relasi dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung mengenai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang masih dijaga dan diwariskan di desa tersebut.

 “Kami tidak hanya datang untuk menjalankan program digitalisasi, tetapi juga belajar menghargai nilai-nilai budaya yang hidup di desa. Kegiatan kirab ini membuka mata kami bahwa kearifan lokal adalah aset penting dalam pemberdayaan,” ungkap ika, salah satu mahasiswa peserta KKN kelompok 17.

Selain menjadi momentum untuk lebih mengenal budaya masyarakat, kirab budaya ini juga menjadi ajang mahasiswa menunjukkan keterlibatan mereka dalam kegiatan desa. Dalam interaksi yang terjalin sepanjang kirab, mereka berdialog langsung dengan tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, pemuda desa, hingga anak-anak sekolah yang ikut memeriahkan acara.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kelompok 17, Dr. Sabarudin Akhmad, S.T., MT.  menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa untuk berbaur dan menghargai budaya lokal. Menurutnya, sinergi antara program kampus dan tradisi masyarakat adalah kunci keberhasilan KKN.

 “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun pemahaman lintas budaya. Mahasiswa belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari kehidupan nyata. Ketika mereka bisa menghargai dan beradaptasi dengan budaya setempat, maka proses pemberdayaan yang mereka lakukan pun akan lebih efektif dan diterima masyarakat,” ujarnya.

Kirab budaya Desa Bicabbi tahun ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Menyongsong Masa Depan”, selaras dengan semangat mahasiswa KKN yang membawa misi digitalisasi dan penguatan potensi desa. Keikutsertaan mahasiswa UTM dalam kegiatan ini menandai awal sinergi yang harmonis antara kalangan akademisi dan masyarakat dalam membangun desa berbasis potensi dan budaya.

Lebih lanjut, mahasiswa KKN merencanakan kolaborasi lanjutan dengan masyarakat dalam mengembangkan dokumentasi digital tentang tradisi desa, seperti pembuatan video profil budaya, pelatihan media sosial untuk promosi UMKM lokal, serta pengembangan QR code untuk wisata edukatif berbasis kearifan lokal. Hal ini diharapkan dapat menjadi warisan digital yang mendukung keberlanjutan identitas budaya Desa Bicabbi di era modern.

Kegiatan kirab budaya ini menjadi pembuka yang kuat bagi program kerja mahasiswa selama KKN berlangsung. Dengan mengedepankan nilai kolaboratif dan partisipatif, mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana proyek, tetapi juga mitra masyarakat dalam proses pembelajaran dua arah.

Kehadiran mahasiswa UTM di tengah masyarakat Desa Bicabbi menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak berada di menara gading, melainkan hadir nyata di tengah masyarakat, belajar dari mereka, dan turut serta membangun bersama. Kirab budaya ini pun menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan desa dapat mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga berakar kuat pada kearifan lokal.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img