kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

PBSI FKIP UTM Hadirkan Guest Lecturer dan Teaching Assistant BIPA di Thailand

POJOKSURAMADU.COM – Thailand, 8–10 September 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional melalui kegiatan Guest Lecturer dan Teaching Assistant Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Walailak University, Thailand.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara PBSI FKIP UTM dan Walailak University yang telah terjalin sejak penandatanganan MoU pada 2018.

Dalam sesi Guest Lecturer, dua dosen PBSI UTM hadir sebagai narasumber. Mixghan Norman Antono, S.S., M.Pd. membawakan kuliah bertema Climate Change in Indonesia, sementara Ahmad Jami’ul Amil, Ph.D. menyampaikan materi tentang Peran Mahasiswa dalam Demokrasi Indonesia. Perkuliahan diikuti oleh dosen dan mahasiswa School of Political Science and Public Administration Walailak University.

Baca juga : Dorong UMKM Perikanan, Tim KKN Tematik UTM Gelar Pelatihan Inovasi Produk Olahan Ikan untuk Poklahsar

Selain itu, dua mahasiswa PBSI FKIP UTM, Mahardhika Agung Wicaksono dan Yulis Amalia Safitri turut menjalani program Teaching Assistant BIPA di sekolah mitra Walailak University, yakni Mahad Islam Imaneyeeh School. Mereka mengajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, sekaligus mengikuti program short course di Walailak University hingga 30 September 2025.

Menurut Ahmad Jami’ul Amil, Ph.D., dosen pembimbing BIPA PBSI UTM, program magang internasional ini menjadi strategi penting dalam menginternasionalkan bahasa Indonesia sekaligus memberikan pengalaman global bagi mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi duta bahasa dan budaya Indonesia di luar negeri. Ini adalah wujud nyata komitmen PBSI untuk menjadi prodi yang unggul, tangguh, dan mandiri di level internasional,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UTM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global serta terus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam diplomasi budaya melalui pendidikan BIPA.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img