Bangkalan— Mahasiswa programMBKM Kewirausahaan (KWU) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi bertema “Pemanfaatan Limbah Kayu sebagai Briket Ekonomi Kreatif” yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa MBKM KWU, perangkat desa, serta anggota Karang Taruna dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan dan ekonomi masyarakat, khususnya terkait banyaknya limbah kayu yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa MBKM KWU ingin memperkenalkan ide kreatif dalam mengolah limbah kayu menjadi briket ramah lingkungan yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menjelaskan secara terperinci mengenai latar belakang munculnya ide tersebut, termasuk permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat akibat penumpukan limbah kayu dari aktivitas pertukangan dan meubel yang tersebar di wilayah Bangkalan. Limbah tersebut, apabila dikelola dengan tepat, dapat disulap menjadi produk energi alternatif pengganti arang yang lebih murah, efisien, dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa MBKM KWU memberikan pemaparan tentang proses pembuatan briket mulai dari tahap pengumpulan limbah kayu, pengeringan, penghancuran menjadi serbuk halus, pencampuran dengan bahan perekat alami seperti tepung tapioka, pencetakan, hingga proses pengeringan yang tepat agar menghasilkan briket berkualitas tinggi. Meskipun kegiatan ini baru sebatas sosialisasi tanpa praktik langsung atau pameran produk, namun antusiasme peserta sangat tinggi.
Para anggota Karang Taruna tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar cara memulai usaha briket, perhitungan modal, serta strategi pemasaran produk agar dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu, mereka juga menyampaikan pandangan positif terhadap ide tersebut karena dinilai relevan dengan kondisi daerah Bangkalan yang memiliki banyak sumber limbah kayu dan potensi pasar bahan bakar alternatif yang cukup besar.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran gagasan antara mahasiswa dan pemuda desa. Dukungan dari perangkat desa turut memperkuat semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran baru di kalangan generasi muda, terutama Karang Taruna, bahwa inovasi sederhana seperti pemanfaatan limbah kayu dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan jika dikelola dengan baik.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi “Pemanfaatan Limbah Kayu sebagai Briket Ekonomi Kreatif” ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa MBKM KWU Universitas Trunojoyo Madura dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang energi alternatif. Harapannya, hasil dari sosialisasi ini dapat dilanjutkan pada tahap praktik langsung dan produksi briket secara nyata di masa mendatang, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya ekonomi kreatif yang ramah lingkungan di Kabupaten Bangkalan.


