kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Pembukaan Resmi KKN UTM di Desa Bicabbi: Mahasiswa Siap Kawal Transformasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat

SUMENEP, 01 Juli 2025  Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mengukuhkan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bertempat di Balai Desa Bicabbi, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, pembukaan resmi KKN kelompok 17 Semester Genap 2024/2025 berlangsung meriah dan penuh semangat kolaboratif.

Acara pembukaan yang digelar pada Selasa pagi tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat desa, mulai dari perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, hingga warga setempat yang antusias menyambut kedatangan para mahasiswa. Tak ketinggalan, dosen pendamping lapangan (DPL) turut hadir dan memberikan arahan langsung kepada mahasiswa.

Sebanyak 13 mahasiswa dari berbagai program studi di UTM diterjunkan untuk melaksanakan KKN di Desa Bicabbi selama kurang lebih dua bulan. Dengan mengusung tema “Transformasi Digital: Pemberdayaan Masyarakat dengan Optimalisasi Potensi Lokal melalui Media Digital Marketing dan Pembayaran Online,” kelompok ini memiliki misi besar untuk mengakselerasi literasi digital di tingkat desa, khususnya bagi pelaku UMKM dan generasi muda.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bicabbi, Bapak H. Faraid, menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan mengungkapkan harapannya agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendampingan dalam promosi digital serta pemanfaatan teknologi seperti QRIS dan media sosial dalam mendukung kemajuan ekonomi desa.

Baca juga : Mahasiswa KKN UTM Ikuti Kirab Budaya di Desa Bicabbi: Sinergi Kampus dan Kearifan Lokal

“Kami siap mendukung kegiatan adik-adik mahasiswa. Semoga kolaborasi ini membawa perubahan yang positif dan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan mengenalkan potensi desa ke khalayak luas,” tutur Suhadi dengan penuh semangat.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Ibu Dr. Sabarudin Akhmad, S.T., MT, menjelaskan bahwa program KKN tahun ini menitikberatkan pada praktik langsung di lapangan, di mana mahasiswa akan membantu masyarakat mengidentifikasi potensi lokal seperti produk olahan siwalan, kelapa, serta kerajinan tradisional, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital marketing yang menarik dan layak jual.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari ketua kelompok KKN, yang menjelaskan rencana kegiatan yang telah disusun, mulai dari pelatihan pembuatan konten promosi untuk UMKM, edukasi penggunaan media sosial, pembuatan katalog produk digital, pelatihan pendaftaran QRIS untuk transaksi online, hingga pendampingan pembuatan akun bisnis di marketplace.

“Kami tidak hanya datang sebagai pelaksana program, tetapi juga siap untuk belajar dari masyarakat, memahami budaya setempat, dan membangun hubungan yang saling menguatkan. Semoga apa yang kami bawa dari kampus bisa bermanfaat bagi warga desa,” ujar Dimas, ketua kelompok KKN Desa Bicabbi.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang muncul selama sesi diskusi terbuka di akhir acara. Para pelaku usaha lokal menyambut baik program ini, karena selama ini masih banyak yang belum memahami cara memasarkan produk secara digital ataupun menggunakan layanan pembayaran online.

Sebagai penutup acara, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan dosen pendamping. Momen ini menjadi simbol dimulainya sinergi antara kampus dan desa dalam rangka mendukung pembangunan berbasis teknologi informasi dan kearifan lokal.

Tidak hanya berorientasi pada program kerja formal, mahasiswa KKN juga bertekad untuk terlibat dalam kegiatan sosial desa seperti kerja bakti, pembinaan karang taruna, pendampingan anak sekolah, dan kegiatan keagamaan, sebagai bentuk kontribusi menyeluruh dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran mahasiswa UTM di Desa Bicabbi diharapkan dapat menjadi motor perubahan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan partisipatif, program KKN kali ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan dunia akademik dengan realitas kehidupan desa secara utuh dan bermakna.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img