kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Pengabdian Masyarakat UTM Hadirkan Inovasi Ecoprint Melalui Pemberdayaan Perempuan Tanjung Bumi

Bangkalan, 7 Oktober 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan pelatihan batik ecoprint bersama ibu-ibu di Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga sekaligus mengenalkan inovasi batik ramah lingkungan.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Tanjung Bumi ini diikuti dengan antusias oleh para ibu rumah tangga dan pengrajin batik.

Mereka tampak bersemangat mempelajari teknik baru dalam membatik menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Ecoprint: Batik dari Alam yang Ramah Lingkungan

Ecoprint adalah teknik membatik dengan memanfaatkan daun, bunga, dan batang tumbuhan sebagai bahan utama untuk membuat motif di atas kain.

Metode ini tidak menggunakan bahan kimia, sehingga lebih aman bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai estetika yang tinggi.Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara memilih bahan alami, menata daun di atas kain, proses pengukusan, hingga tahap akhir pengeringan.

Pemateri, Isti, menjelaskan bahwa teknik ecoprint dapat menjadi alternatif baru bagi para pengrajin batik di Tanjung Bumi. “Ecoprint bisa menjadi peluang usaha baru.

Selain unik dan ramah lingkungan, hasilnya juga sangat diminati di pasaran karena setiap motif memiliki keindahan tersendiri,” jelasnya.

Antusiasme Peserta dan Semangat Belajar

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan terlihat hangat dan penuh semangat.Ibu-ibu peserta tampak aktif bertanya dan mencoba secara langsung proses pembuatan batik ecoprint. Hasil karya mereka pun beragam, dengan motif alami dari daun jati, ketapang, dan kenikir yang menghasilkan warna-warna lembut alami.

Salah satu peserta, Bu Rubaah, menyampaikan rasa senangnya setelah mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini sangat menarik. Kami jadi tahu bahwa daun di sekitar rumah bisa dijadikan motif batik yang indah. Selain itu, caranya juga tidak sulit,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Koordinator kegiatan, Ines Alya, menyampaikan bahwa pelatihan batik ecoprint ini merupakan bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar berinteraksi langsung dengan warga, tetapi juga berkontribusi dalam mengembangkan potensi desa. “Kami berharap ibu-ibu di Tanjung Bumi dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk menambah penghasilan dan memperluas kreativitas dalam berkarya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah kecil untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya. Selain berbagi ilmu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Kebersamaan yang terjalin selama pelatihan menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana bisa membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Menumbuhkan Kreativitas dari Alam

Melalui pelatihan batik ecoprint ini, mahasiswa UTM berupaya menumbuhkan semangat berkarya sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap alam.

Batik ecoprint tidak hanya menghasilkan kain yang indah, tetapi juga mengajarkan bahwa keindahan bisa tercipta dari hal-hal sederhana di sekitar kita.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan bermanfaat. Dengan semangat belajar dan bekerja sama, ibu-ibu Tanjung Bumi kini memiliki keterampilan baru yang dapat terus dikembangkan di masa mendatang.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img