POJOKSURAMADU.COM – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur oleh Kelompok 75 di Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, telah memasuki fase pelaksanaan program kerja dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Berfokus pada tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan Kota dan Komunitas Berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Kelompok 75 melaksanakan dua rangkaian kegiatan di Kampung Kue, RT 04/RW 05, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM, khususnya para pengusaha di Kampung Kue, melalui pendekatan survei lapangan dan sosialisasi solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini dimulai dengan survei door to door pada 10 Juli 2025. Mahasiswa mendatangi langsung para pelaku usaha di Kampung Kue untuk menggali lebih dalam berbagai tantangan yang dihadapi. Dari hasil wawancara, ditemukan sejumlah kendala seperti kesulitan dalam promosi digital, keterbatasan tenaga kerja, persaingan antar pelaku usaha, hingga kendala dalam pengelolaan kemasan dan pemasaran produk.
Sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan promosi melalui WhatsApp dan media sosial secara terbatas, sementara upaya digitalisasi sering terhambat oleh keterbatasan waktu dan sumber daya manusia. Selain itu, produk kue basah yang tidak tahan lama menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi dan penjualan.

Survey juga menunjukkan bahwa beberapa pelaku UMKM telah mencoba beberapa platform penjualan online, seperti Shopee Food dan GoFood, namun belum semuanya dapat memaksimalkan potensi digitalisasi. Kendala lain yang dihadapi adalah pengelolaan sisa produk yang tidak terjual, serta kebutuhan akan kemasan yang lebih menarik dan ramah lingkungan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pada 11 Juli 2025, mahasiswa KKN Kelompok 75 mengadakan sosialisasi atau bootcamp yang dihadiri para pelaku UMKM Kampung Kue. Dalam forum ini, mahasiswa memaparkan hasil survei sekaligus memberikan solusi konkret, seperti pentingnya inovasi dalam kemasan ramah lingkungan, strategi branding yang sederhana namun efektif, serta pemanfaatan media sosial secara konsisten untuk memperluas jangkauan pasar.
Materi sosialisasi juga membahas isu food waste, pentingnya pengelolaan sisa makanan, dan bagaimana tindakan kecil seperti donasi atau diskon dapat membangun citra usaha yang peduli lingkungan dan sosial.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para pelaku UMKM, seperti Ibu Elva dan Ibu Irul, berbagi pengalaman dan tantangan mereka, mulai dari keterbatasan bahan baku kemasan, pengelolaan produksi yang masih dilakukan sendiri, hingga kebutuhan pendampingan berkelanjutan dalam digitalisasi usaha. Mereka menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap ada kolaborasi jangka panjang untuk mendukung pengembangan UMKM di Kalirungkut.
Melalui kegiatan berkesinambungan ini, mahasiswa KKN Kelompok 75 tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra diskusi yang aktif mendengarkan dan merespons kebutuhan nyata masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong terciptanya inovasi, memperkuat daya saing lokal, serta mewujudkan lingkungan usaha yang lebih adaptif dan berkelanjutan di Kelurahan Kalirungkut.


