kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

UKMF FKI AL-AZZAM Sukses Gelar Kegiatan PKK Ormawa Selama Satu Bulan, Ketua Umum Harap Kegiatan Ini Bermanfaat dan Berkelanjutan

Bangkalan, Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Forum Kajian Islam (FKI) Al-Azzam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses menggelar kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada dari Juma’t, (19/9/2025) sampai Sabtu (18/10/2025) di Kantor Majelis Wakil Cabang Nadhlatul Ulama (MWCNU) Kamal.

Kegiatan PKK ini berupa sebuah kajian berdampak untuk masyarakat dan mahasiswi, serta pembimbingan oleh Tim Relawan Dakwah dengan tujuan untuk meminimalisir adanya tindakan pelecehan seksual. Tema yang diangkat adalah “Dakwah Sebagai Strategi Pencegahan Pelecehan Seksual dalam Upaya Mewujudkan Lingkungan Perempuan yang Aman “MADURESESS: Madura Empowered Sisterhood Space”.

UKMF FKI Al-Azzam merupakan organisasi internal yang berada di lingkungan FISIB UTM dalam ranah keislaman. Sudah seyogyanya jika Al-Azzam menjadi garda terdepan untuk melindungi para Muslimah dari pelecahan seksual.

Selama satu bulan terakhir, UKMF FKI Al-Azzam sukses mengadakan kegiatan berbasis kajian tentang pencegahan pelecehan seksual dan pendampingan oleh tim khusus yang diberi nama Tim Relawan Dakwah.

Pada Sabtu, (18/10/2025) UKMF FKI Al-Azzam sukses menutup kegiatan tersebut dengan Kajian Terakhir dan Do’a yang disampaikan oleh Ustad Zainal Abidin.

Acara seremonial penutupan dan Kajian Terakhir berjalan dengan hikmat. Beberapa pimpinan FISIB dan tamu undangan turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya adalah Dekan FISIB, pengurus BEM FISIB, dan jajaran pengurus Organisasi lainnya.

Ketua Umum UKMF FKI Al-Azzam  2025, Mustofa Khairurrahman menyampaikan terimakasih kepada segala pihak yang telah terlibat dalam PPK Ormawa UKMF FKI Al-Azzam selama satu bulan. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendorong kesadaran akan pentingnya kemananan bagi perempuan, mengingat, dalam satu tahun terakhir UTM banyak dilanda kasus Pelecehan Seksual yang berujung pembunuhan” Ujarnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Ifan itu juga berharap, dengan adanya Tim Relawan Dakwah yang telah dibentuk dapat berkontribusi untuk meminimalisir adanya kasus-kasus Pelecehan Seksual secara berkelanjutan.

Dekan FISIB, Dinara Maya Julijanti dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas adanya kegiatan yang dilakukan oleh UKMF FKI Al-Azzam. “Dengan keadaan yang terbatas, UKMF FKI Al-Azzam masih tetap bisa menjalankan kegiatan berampak seperti ini” Katanya. “Semoga tindakan yang telah dimulai dalam kepengurusan tahun ini bisa tetap dilanjutkan oleh generasi selanjutnya, karena Organisasi yang keren itu adalah Organisasi yang terus melahirkan generasi-generasi yang lebih baik” Tambahnya.

Orang nomor satu di FISIB itu turut menyoroti kampusnya yang satu tahun terakhir ini banyak dirundung kejadian Pelecehan dan Kekerasan bagi Perempuan. Menurutnya, tidak hanya Perempuannya sendiri yang menjadi patokan untuk mencegah tindakan serupa, akan tetapi juga Laki-laki yang sudah seharusnya bersifat untuk melindungi Perempuan. 

“Adanya kegiatan yang dilakukan oleh UKMF FKI Al-Azzam mungkin bisa menjadi sinyal dan kesadaran bagi Mahasiswa untuk menjaga keamanan diri sehingga tidak tergerus dalam kegiatan yang berpotensi berujung pada Pelecehan dan Kekerasan Seksual” Tutupnya.

Materi yang disampaikan oleh Zainal Abidin, bertema “Dakwah dalam Psikologi Islam: Strategi dan Taktik untuk Mencegah Pelecehan Seksual”.

Dalam penyampaiannya, Zainal Abidin menyatakan, Pelecehan Seksual tidak akan terjadi kecuali terdapat kesempatan dan lingkungan yang kurang aman. 

“Di UTM masih banyak sekali kafe-kafe yang beroperasi hingga larut malam, ada juga yang beroperasi 24 jam” Sampainya. “Lingkungan seperti ini menurut saya memberikan kesempatan adanya tindakan Pelecehan Seksual, ditambah kurangnya pengamanan di kebanyakan Kos dan Kontarakan” Tambahnya.

Pembina UKMF FKI Al-Azzam itu juga menyampaikan, UTM seharusnya wajib menjadi garda terdepan untuk memberantas tindakan Kekerasan dan Pelecehan Seksual. Mengingat, UTM adalah intistusi yang berada di ranah pendidikan.

Menurutnya, terdapat beberapa Strategi dan Taktik yang dapat dilakukan oleh UTM dan Mahasiswa, diantaranya;

Strategi Bagi UTM

1. Monitoring Aktivitas berupa pengawasan ketat terhadap aktivitas mahasiswa dan pola interaksi sosial di seluruh area kampus untuk mendeteksi potensi pelecehan sejak dini.
2. Penegakan Sanksi, Transparan, dan Konsisten bagi pelaku Pelecehan Seksual tanpa pandang bulu.
3. Kolaborasi Multipihak dengan cara membangun kerjasama antara Dosen, Mahasiswa, Lembaga Kampus dan pihak Eksternal dalam sistem pencegahan terpadu.
4. Pengadaan Matakuliah berbasis Agama untu memberikan kesadaran, pembentukan karakter, dan penanaman nilai sopan santun.

Taktik Bagi UTM

1. Pengadaan Pelatihan dan Seminar tentang Pencegahan Pelecehan Seksual
2. Penyediaan layanan konseling psikologis profesional
3. Membangun sistem pelaporan yang aman dan rahasia

Taktik bagi Mahasiswa

1. Menjaga batasan pergaulan dan interaksi sehari-hari untuk meminimalisir kejadian Pelecehan Seksual.
2. Keberanian melapor jika terdapat kejadian Pelecehan Seksual.
3. Membentuk dan aktif dalam komunitas atau lingkungan untuk saling mendung, mengedukasi dan melindungi sesama mahasiswa.

Terakhir, Zainal Abidin menutup kegiatan PPK Ormawa UKMF FKI Al-Azzam dengan pembacaan Do’a. “Semoga apa yang sudah kita Ikhtiarkan dalam mencegah Pelecehan Seksual dapat berbuah baik untuk Mahasiswa dan Masyarakat” Tuturnya.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img