kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

UTM Latih BumDes Bumi Mentari Terapkan Smart Farming Melon Berbasis IoT

Bangkalan — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama Mahasiswa MBKM KKNT Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan Pelatihan Smart Farming Budidaya Melon Berbasis Internet of Things (IoT) bagi BumDes Bumi Mentari, Desa Kampak, Kabupaten Bangkalan, pada Sabtu, 8 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat UTM yang diketuai oleh Bapak Achmad Fiqhi Ibadillah, dengan sumber pendanaan hibah mandiri Universitas Trunojoyo Madura melalui kontrak nomor 387/UN46.4.1/PT.01.03/ABDIMAS/2025.

Acara diawali sambutan dari Ibu Monika Faswia Fahmi selaku tim PKM yang menegaskan pentingnya penerapan teknologi digital di sektor pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing petani.

“Teknologi smart farming menjadi kunci menuju pertanian modern yang efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Nafi, Ketua BumDes Bumi Mentari, yang menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi peran Universitas Trunojoyo Madura dalam memberikan pendampingan dan transfer teknologi kepada masyarakat.

Pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Deni Tri Laksono, anggota tim PKM, yang memperkenalkan sistem smart farming berbasis IoT. Peserta diajak memahami fungsi sensor kelembaban dan sensor PPM, serta sistem otomatis penyiraman dan pemupukan yang dapat dikendalikan melalui handphone.

Baca juga : Petani Kampak Belajar Manajemen Usaha Tani dari UTM, Produktivitas Padi Diharapkan Meningkat

Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Sebagian besar peserta menilai pelatihan membantu mereka memahami konsep dasar smart farming, mengoperasikan perangkat IoT, mengatur sensor, membaca data hasil monitoring, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan teknologi pertanian digital.

Dalam testimoni, Bapak Nafi menuturkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan budidaya melon di BumDes Bumi Mentari.

“Dengan alat ini, kami bisa menyiram tanaman melon secara otomatis berdasarkan kelembaban tanah dan memantau kondisinya dari handphone. Selain itu, kadar PPM juga bisa diketahui dengan mudah sehingga kami bisa menyesuaikan kondisi lahan yang di sini cenderung tinggi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Trunojoyo Madura menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pertanian desa menuju era digital. Teknologi smart farming berbasis IoT diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Desa Kampak.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img