Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi tak terpuji seorang pria yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam video yang viral tersebut, pria itu tampak menendang sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita hingga pengendara tersebut terjatuh.
Peristiwa itu pun menuai reaksi keras dari netizen dan langsung menjadi sorotan publik. Tak terkecuali Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang turut menanggapi kejadian tersebut melalui akun Twitter pribadinya. Ia menanyakan lokasi kejadian dengan menulis, “Dimana lokasi peristiwa tersebut?”
Pihak kepolisian dengan sigap melakukan penelusuran terhadap pelaku dalam video viral tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui bernama Andi Adi, seorang ASN yang bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kepala Dispora Sinjai, Hasir Ahmad, telah mengonfirmasi bahwa Andi memang merupakan staf di instansi yang ia pimpin. Saat ini, yang bersangkutan sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani proses hukum di Polres Sinjai.
Menanggapi insiden ini, Kadispora Sinjai menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas setelah proses hukum yang bersangkutan selesai. Menurut Hasir, selama bekerja di kantor, Andi dikenal bersikap sopan dan tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan. Namun, ia juga mengakui bahwa pihaknya tidak mengetahui seperti apa sikap pribadi Andi di luar lingkungan kerja.
“Kami akan menunggu proses hukum di kepolisian, kemudian kami panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Hasir Ahmad kepada awak media.
Ia juga menambahkan, apabila terbukti bersalah dan melanggar etika sebagai ASN, maka Andi akan dikenakan sanksi sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku.
Video aksi penendangan terhadap pengendara wanita tersebut menuai kecaman luas. Banyak pengguna media sosial menyayangkan perilaku pelaku, apalagi mengingat statusnya sebagai aparatur sipil negara yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
Tidak sedikit warganet yang mendesak agar pelaku dijatuhi hukuman tegas agar memberikan efek jera, serta mencerminkan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat ditoleransi, terlebih kepada perempuan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab moral, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku yang mencoreng nama baik institusi tidak hanya mencederai citra pemerintah, namun juga menimbulkan keresahan publik.
Langkah cepat aparat dalam menangani kasus ini patut diapresiasi. Masyarakat pun berharap bahwa proses hukum berjalan transparan, dan pelaku mendapatkan konsekuensi setimpal sesuai aturan yang berlaku.


