POJOKSURAMADU.COM, BANGKALAN — Energi matahari kini tak hanya dimanfaatkan untuk menerangi rumah. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) membawa pemanfaatan energi terbarukan lebih dekat ke sawah melalui inovasi mesin perontok padi berbasis energi surya yang mampu beroperasi hingga delapan jam.
Teknologi ini diperkenalkan kepada Kelompok Tani Jaya Mulya VII di Desa Kampak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, pada 29 September 2026. Inovasi tersebut menjadi upaya menghadirkan teknologi kelistrikan yang lebih dekat dengan kebutuhan petani, khususnya dalam mendukung proses pascapanen.
Mesin ini memadukan motor listrik dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya. Dengan memanfaatkan energi matahari dan penyimpanan daya pada baterai, sistem dirancang untuk mendukung pengoperasian mesin tanpa harus selalu bergantung pada pasokan listrik PLN atau bahan bakar solar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internal UTM Tahun 2026 bertajuk “Penerapan Mesin Perontok Padi Berbasis Energi Surya dan Penguatan Manajemen Usaha Tani untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kelompok Tani Jaya Mulya VII Geger Bangkalan.” Program dipimpin oleh Bapak Achmad Fiqhi Ibadillah berdasarkan nomor kontrak 278/UN46.4.1/PT.01.03/MANDIRI-ABDIMASktm/2026.

Secara teknis, mesin ini menggunakan motor brushless DC (BLDC) berdaya 350 watt dengan tegangan 24 volt. Sistem pembangkitnya dilengkapi panel surya monokristalin berkapasitas 300 watt-peak (Wp), dua baterai VRLA 12 volt, serta solar charge controller (SCC) 30 ampere. Komponen tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemanfaatan energi matahari dengan kebutuhan daya mesin.
Pemaparan materi dan demonstrasi pengoperasian mesin perontok padi bertenaga surya disampaikan oleh Bapak Deni Tri Laksono. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada komponen utama alat, prinsip kerja sistem energi surya, serta cara pengoperasian mesin. Demonstrasi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktis kepada petani mengenai pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif dalam kegiatan pascapanen.
Kegiatan ini turut dihadiri Klebun Desa Kampak, Bapak Jupri, dan Ketua Kelompok Tani Jaya Mulya VII, Bapak Moh Barizin. Keterlibatan pemerintah desa dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam memperkenalkan inovasi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pertanian setempat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan teknologi tepat guna, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan mesin perontok padi bertenaga surya kepada Kelompok Tani Jaya Mulya VII. Penyerahan alat tersebut didokumentasikan melalui berita acara serah terima alat sebagai bukti formal penyerahan dan penerimaan teknologi oleh kelompok tani. Dengan demikian, alat yang diperkenalkan tidak hanya menjadi sarana demonstrasi, tetapi juga dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani sesuai kebutuhan.
“Kami berharap mesin ini dapat membantu mendukung kegiatan pascapanen dan memberikan alternatif teknologi bagi anggota kelompok tani. Harapannya, alat yang telah diserahkan dapat dipelajari dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Bapak Moh Barizin.
Melalui penerapan teknologi ini, UTM berharap inovasi energi surya tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat menjadi solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi petani. Pemanfaatan mesin perontok padi bertenaga surya diharapkan membuka peluang penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung ketahanan pangan di Bangkalan. Ke depan, kebermanfaatan alat ini dapat terus dievaluasi melalui pengalaman penggunaan langsung oleh petani, termasuk dari sisi keandalan operasional dan efisiensi biaya pascapanen.


