kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

KKN INKADHA Banaresep Timur Angkat Potensi Lokal Lewat Pelatihan Sirup Siwalan

POJOKSURAMADU.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 01 Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) menggelar Seminar Potensi Desa dan Pelatihan Pembuatan Sirup Siwalan dengan tajuk “Menggali Potensi Desa, Wujudkan Kemandirian dan Inovasi Berkelanjutan” di Balai Desa Banaresep Timur, Senin (22/09/2025).

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Anwar Syahroni Yusuf, S.A.P., M.Si. selaku Kepala DPMD Sumenep yang diwakili oleh Fadholi, S.T., M.T. Kabid PUEKD, Dr. Ahmad Hosaini, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Ismail Rahmad, S.Pd. yang merupakan BK MA Khairul Muttaqin Banaresep Timur.

Acara ini diikuti perangkat desa, pengurus BUMDes, serta ibu-ibu PKK. Peserta mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan potensi desa serta keterampilan praktis dalam pembuatan sirup siwalan sebagai produk olahan lokal.

Kabid PUEKD DPMD Sumenep, Fadholi, mengapresiasi mahasiswa KKN Posko 01 INKADHA di Banaresep Timur. Menurutnya, KKN ini tidak sekadar mengajar, tetapi juga menghadirkan aksi nyata untuk menggali potensi yang ada di desa.

“Kami dari Kabupaten Sumenep terutama dari DPMD mengapresiasi teman-teman yang KKN di Banaresep Timur ini. tema KKN ini bukan sekedar mengajar,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak bisa dilepaskan dari desa. Menurutnya, desa merupakan sumber potensi yang menjadi dasar utama dalam menggerakkan pembangunan di berbagai sektor.

“Semuanya berawal dari desa, pembangunan dimanapun, terutama di Indonesia itu tidak dapat melepaskan pembangunan dari desa. Desa ini tempatnya potensi,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ahmad Hosaini mengatakan bahwa produksi sirup siwalan harus dibarengi dengan strategi pemasaran dan perizinan.

“Sirup siwalan itu tidak boleh berhenti saat sudah diproduksi, tapi juga bagaimana pemasarannya sampai kemudian mendapatkan surat izin edar,” ujarnya.

Koordinator Desa KKN Posko 01 INKADHA, Bustam Raudhi, menyampaikan harapannya agar inovasi yang digagas bersama mahasiswa tidak berhenti hanya pada masa KKN saja. Menurutnya, sirup siwalan memiliki peluang besar untuk menjadi produk unggulan desa.

“Harapan kami, sirup siwalan ini berkelanjutan dan bisa menjadi produk khas Desa Banaresep Timur, sehingga masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img