kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Sulap Bahan Sederhana Jadi Produk Bernilai, Mahasiswa KKN-T PGSD UTM Latih Warga Desa Sumbernangka Membuat Sabun Cuci Piring

Pojoksuramadu.com, Sumenep 9 Agustus 2026 – Berawal dari bahan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mahasiswa KKN-T PGSD Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menghadirkan kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu warga Desa Sumbernangka. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak warga mengolah bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi. Pelatihan pembuatan sabun cuci piring dilaksanakan oleh tim mahasiswa KKN-T PGSD UTM bersama ibu-ibu warga Desa Sumbernangka pada 9 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula TK Alhasyimiyah yang dipilih karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat Desa Sumbernangka.

Pelatihan ini dipilih sebagai salah satu upaya mahasiswa untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang digunakan secara rutin. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada ibu-ibu Desa Sumbernangka agar mampu membuat sabun cuci piring secara mandiri sekaligus membuka peluang untuk mengembangkannya sebagai usaha sampingan rumahan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyambutan ibu-ibu Desa Sumbernangka yang hadir dalam pelatihan. Selanjutnya, mahasiswa KKN-T UTM memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan beserta fungsinya. Alat yang digunakan meliputi pisau, gunting, baskom, blender, pengaduk botol, dan saringan. Sementara itu, bahan yang digunakan terdiri atas daun pandan sebagai pewarna, jeruk nipis sebagai bahan yang membantu mengangkat lemak dan menghilangkan bau amis, texapon sebagai penghasil busa, garam sebagai pengental, serta air sebagai komponen utama sekaligus pelarut. Setelah pengenalan alat dan bahan, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan sabun cuci piring dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Penjelasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung agar peserta dapat melihat setiap tahapan pembuatan. Ibu-ibu Desa Sumbernangka kemudian ikut mempraktikkan proses tersebut secara langsung, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mencampurkan larutan, hingga mengaduk bahan sampai menghasilkan tekstur yang diinginkan dan siap digunakan.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika mereka mulai terlibat langsung dalam proses pembuatan. Selain mengikuti setiap tahapan praktik, ibu-ibu juga aktif bertanya mengenai takaran bahan dan proses pencampuran. Tim KKN-T PGSD UTM turut mendampingi peserta selama praktik berlangsung agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan baik.

Respons positif juga disampaikan oleh salah satu peserta ketika tim mahasiswa KKN-T meminta tanggapan mengenai pelatihan yang diberikan. “Awalnya saya kira membuat sabun cuci piring itu sulit, ternyata setelah dijelaskan dan dipraktikkan bersama, prosesnya cukup mudah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena kami bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh produk hasil praktik, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai tata cara pembuatan sabun cuci piring yang dapat dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai peluang usaha rumahan apabila ditekuni dan dikembangkan dengan baik. Bagi mahasiswa KKN-T PGSD UTM, pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam memberdayakan masyarakat Desa Sumbernangka melalui keterampilan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Sabun cuci piring dipilih karena merupakan produk yang tidak terlepas dari kebutuhan harian masyarakat, proses pembuatannya dapat dipelajari melalui praktik, serta berpotensi memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan secara berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keterampilan yang diberikan, mahasiswa KKN-T PGSD UTM berharap ibu-ibu Desa Sumbernangka dapat terus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh dan mengembangkannya menjadi kegiatan produktif di lingkungan rumah.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img