Pojoksuramadu.com, SUMENEP – Minyak jelantah yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah rumah tangga dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) PGSD Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) bersama ibu-ibu Desa Sumbernangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.
Melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa mengajak warga mengenal cara sederhana mengolah minyak jelantah sekaligus meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah rumah tangga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 16 Agustus 2026 di Aula TK Al-Hasyimiyah yang dipilih karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat Desa Sumbernangka.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-T PGSD UTM dalam memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Pemanfaatan minyak jelantah dipilih karena bahan tersebut mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Daripada langsung dibuang, minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan menjadi lilin aromaterapi yang memiliki fungsi sekaligus nilai guna.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan, yaitu minyak jelantah, arang, stearic acid, dan essential oil, sekaligus menjelaskan tahapan pembuatan lilin aromaterapi.
Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan dilanjutkan dengan demonstrasi agar peserta dapat melihat secara langsung proses pengolahannya. Setelah itu, ibu-ibu Desa Sumbernangka turut terlibat dalam praktik pembuatan lilin dengan didampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Suasana pelatihan semakin aktif ketika peserta mulai mencoba proses pembuatan secara langsung. Ibu-ibu tampak antusias mengikuti arahan, memperhatikan setiap tahapan, dan berdiskusi mengenai proses pengolahan minyak jelantah. Praktik secara langsung juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman baru yang dapat dicoba kembali di rumah.

Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu Desa Sumbernangka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya memanfaatkan limbah rumah tangga secara lebih bijak. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang sederhana dan dapat dikembangkan oleh masyarakat.
“Dengan adanya pelatihan ini oleh adik-adik KKN dari UTM, saya jadi tahu kalau minyak jelantah bisa menjadi sebuah produk yang sangat menarik. Biasanya setelah selesai memasak, minyak jelantahnya hanya saya buang. Kalau bisa dimanfaatkan seperti ini, menurut saya bagus, daripada hanya dibuang begitu saja,” ujar salah satu warga Desa Sumbernangka.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan kreatif. Mahasiswa KKN-T PGSD UTM berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus dipraktikkan oleh warga serta mendorong munculnya berbagai ide pemanfaatan limbah lainnya di Desa Sumbernangka.


