Home Daerah Apel Pagi Jelang HDKD, Kalapas Kelas II A Pamekasan Tekankan Pentingnya Refleksi...

Apel Pagi Jelang HDKD, Kalapas Kelas II A Pamekasan Tekankan Pentingnya Refleksi Diri

SHARE
Apel pagi jelang acara puncak Hari Dharma Karyadhika (HDKD), di halaman Lapas, Senin (25/10).

POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pamekasan, Hanafi memimpin apel pagi jelang acara puncak Hari Dharma Karyadhika (HDKD) yang jatuh setiap tanggal 30 Oktober, di halaman Lapas, Senin (25/10).

Hanafi meminta seluruh warga di Lapas Kelas II A Pamekasan bisa menjadikan momentum HDKD sebagai refleksi diri untuk bisa maksimal dalam melayani masyarakat. Ia menilai refleksi diri sebagai sebuah proses melihat kembali pengalaman yang telah dijalani untuk dapat menarik pelajaran bagi diri sendiri, dan dilanjutkan dengan penyusunan sebuah aksi atau tindakan untuk mengurangi kesenjangan yang masih ada antara harapan dan kenyataan.

Baca Juga:  Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Pertama Jatim

“Empat prinsip yang harus dijalani yakni prinsip cinta, kebijaksanaan, refleksi diri, dan kemajuan,” terangnya.

Dalam refleksi diri, kata Hanafi, seseorang membutuhkan banyak pertimbangan sebagai acuan. Refleksi diri bermental mengarahkan keabaikan dan tentunya wajib menumbuhkan sistem yang mengarah suatu palayanan dan akuntabilitas pada lebih baik lagi dari sebelumnya.

Dengan mengusung tema HDKD “Semakin PASTI”, Lapas Kelas II A Pamekasan dibawah naungan Kemenkumham RI sedang berbenah dalam rangka mewujudkan pelayanan prima dan terbaik bagi masyarakat. Hal ini sudah tentu menimbulkan konsekwensi bagi setiap petugas pemasyarakatan untuk senantiasa merefleksi diri agar mengetahui kekurangan yang dimiliki, untuk kemudian dirubah melalui pembangunan sikap mental dan perilaku.

Baca Juga:  Digunjang Gempa 5,1 M, Sejumlah Rumah Rusak di Jember

“Seringkali memang harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, oleh sebab itu agar terpenuhi harapan yang menjadi tujuan organisasi, maka diperlukan adanya keberanian untuk mengubah suatu kenyataan meskipun itu betarti harus keluar dari zona nyaman,” terang Hanafi. (Hasibuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here