Home Daerah Duta Agropreneur Santri, LPPNU Pamekasan Harapkan Santri Kembangkan Sektor Pertanian

Duta Agropreneur Santri, LPPNU Pamekasan Harapkan Santri Kembangkan Sektor Pertanian

SHARE
Studi Lapangan ke tempat budidaya porang pamekasan

POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Pamekasan (PC LPPNU Pamekasan) menagergetkan 500 orang santri pelaku agropreneur melalui program Duta Agropreneur Santri LPPNU (DAS LPPNU).

Hal itu disampaikan, Ketua LPPNU, K.H Ilzamuddin saat memberikan pembekalan terhadap 30 Santri yang ditetapkan sebagai fasilitator Agropreneur Santri Milenial PC LPPNU Pamekasan, di Balai Latihan Kerja Pertanian Ponpes Alfatih, Proppo, Pamekasan, Minggu, (24/10).

Menurut Ilzam, 30 orang duta agropreneur santri ini memiliki tanggung jawab untuk mengajak para santri di masing-masing MWC NU dan Ranting-ranting se-Pamekasan agar punya semangat agropreneur.

Baca Juga:  Warga Mengeluh, Layanan Adminduk Kota Surabaya Kurang Prima

“Hingga semester pertama tahun 2022 kami mematok target satu Ranting NU harus lahir minimal satu orang santri sebagai pengusaha pertanian, dan bersyukur jika Agropreneur Santri tersebut tidak hanya satu orang setiap Ranting NU,” terang Ilzam.

Sementara itu, Sekretaris LPPNU Pamekasan, Tabri S Munir, mengatakan, gerakan Agropreneur Santri dalam rangka meningkatkan partisipasi regenarasi petani di kalangan santri dan kaum milenial yang saat ini harus disadari bersama bahwa petani makin berkurang. Gerakan Agropreneur Santri ini juga dalam upaya mendorong kalangan santri dan kaum milenial untuk memanfaatkan secara ekonomis lahan-lahan “tidur” yang saat ini makin luas di Pamekasan.

Baca Juga:  Peta Sebaran Covid-19 Terus Meningkat, Tim Satgas Sampang Gencar Lakukan Sosialisasi kepada Warga

Usai menerima pembekalan, para duta santri kemudian mengunjungi beberapa lokasi dalam rangka studi lapangan dan terapan. Diantaranya, Alfatih Farm, Kampung Holtikultura Biofarmaka di Desa Potoan Laok, perkebunan dan pembiakan pisang Cavendis, perkebunan Anggur, pembibitan Porang, pengamatan Rumah Potong Hewan Unggas.

“Kita terjun ke lapangan ini dalam rangka studi lapangan agar para santri tahu tentang potensi pertanian yang akan dikembangkan,” terangnya. (Hasibuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here