Home Berita Migas Gali Potensi Migas Madura, SKK Migas Dorong BUMD Terlibat di Industri Hilir

Gali Potensi Migas Madura, SKK Migas Dorong BUMD Terlibat di Industri Hilir

SHARE
Gambar Ilustrasi

POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong setiap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar tetap melakukan kegiatan produksi selama masa pandemi guna menjaga pasokan gas di sektor hulu Migas.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Nur Wahidi, mengatakan, Saat ini untuk produksi minyak di Indonesia berada di kisaran 700.000 barel per hari dan produksi gas di angka 5.600.000 million perhari. Maka kalau diartikan cadangan minyak tersebut bisa diproduksikan sekitar sekitar 10 tahun lagi. Sedangkan, gasnya bisa diproduksikan sekitar 20 tahun.

”Pandemi tentu tidak boleh menjadi halangan, sebab butuh kreativitas agar industri hulu migas bisa bertahan bahkan mencapai target yaitu memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan target menuju produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 BSCFD ditahun 2030.,”ujarnya.

Nur Wahidi mengungkapkan, Ada 4 strategi yang selalu digunakan oleh selalu SKK Migas untuk mendorong K3S. Pertama, optimalkan memproduksikan lapangan-lapangan eksisting dengan menambah. Kedua mempercepat kegiatan pemboran dan kerja ulang dan mempercepat potensi-potensi cadangan di lapangan eksplorasi yang sudah ditemukan (discovery) menjadi produksi. Ketiga, melaksanakan upaya kegiatan EOR di lapangan-lapangan minyak yang potensial. Terakhir, menggalakkan kegiatan eksplorasi lapangan baru.

Nur Wahidi berharap ada kontribusi dari setiap KKKS agar memberdayakan vendor lokal, pemberdayaan tenaga kerja lokal, program pengembangan masyarakat (Corporate Social Responsibility), bantuan penanganan Covid-19. Seluruh K3S juga harus melaksanakan program kerja yang sudah disetujui oleh SKK Migas secara konsisten sesuai peraturan yg berlaku.

Baca Juga:  Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Kuatkan Relasi dengan Pers

“SKK Migas dan Pemerintah akan selalu mendukung percepatan persetujuan usulan K3S atas upaya-upaya pencapaian produksi 1 juta barrel per hari,” tegasnya.

Selain itu, Ia juga berupaya menggerakkan vendor vendor lokal juga ikut berperan dalam usaha hulu Migas. Sebab dalam pedoman kontrak kerja SKK Migas dengan K3S, nilai kontrak satu 10 juta dolar wajib dikerjakan oleh vendor lokal.

“Jika ada teman teman K3S yang belum yang mengajak vendor vendor lokal yang ada di wilayah tersebut itu merupakan catatan negatif bagi kami, kami akan menegor K3S tersebut untuk melakukan pembinaan kepada vendor lokal agar nilai kontrak dibawah 10 dolar itu bisa dikerjakan oleh vendor lokal,”tegas Nur Wahidi.

Nur Wahidi melanjutkan, di wilayah Madura saat ini memiliki banyak peluang untuk banyak terlibat dalam industri Migas. Salah satunya terlibat di industri hilir. Fasilitas Liquefied Natural Gas (LNG) atau pembangkit listrik (Power Plant) harus di bangun di Madura dengan menggunakan gas yang ada di daerah tersebut.

“Yang nantinya akan bisa menyuplai gas kemana itu, jadi kita tidak hanya melalui pipa yang ada di wilayah selatan Madura, jadi banyak peluang yang kita lakukan,” ungkap dia.

Baca Juga:  SKK Migas Dorong BUMD di Madura Terlibat dalam Industri Migas

“Akan lebih signifikan lagi ketika BUMDnya lebih aktif lagi, kita berdayakan supaya ikut melakukan kegiatan temen temen K3S,” sambung Nur Wahidi.

Sementara itu, Salah satu Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) tetap menjamin ketersediaan pasokan gas selama pandemi covid-19. Produksi tetap berjalan dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, mengatakan, dalam pengerjaan proyek di lapangan, HCML tetap menerapkan protokol kesehatan dan pemahaman yang sama kepada semua pekerja dan pekerja kontraktor. Mereka selalu berkoordinasi dengan tim HSSE Dept. untuk mendapatkan pantauan medis.

”Semua ini adalah wujud komitmen HCML untuk ikut berkontribusi dalam mengamankan pasokan gas nasional termasuk di Jatim dalam masa sulit ini,” kata Hamim dalam keterangan tertulisnya kepada sejumlah awak media.

Untuk diketahui, saat ini HCML mengerjakan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Selat Madura dan selama ini berfokus menjaga kapasitas produksi agar bisa memasok kepentingan industri dan pupuk di Jawa Timur secara maksimal.

HCML memproduksi gas dan minyak kondensat di perairan Madura sejak tahun 2017 dengan mengelola 4 sumur yang menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur. HCML menyumbang 30 persen dari produksi 800.000 barel per hari dan 10%-12% dari total pasokan gas di Indonesia. (Hasibuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here