Pojoksuramadu.com, Bangkalan – Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA) angkat bicara secara tegas menanggapi dinamika penolakan masuknya investor ke Kabupaten Bangkalan yang belakangan ini digulirkan oleh sejumlah oknum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Sebagai representasi kaum intelektual muda, HIMABA menyatakan dukungan penuh terhadap masuknya investasi demi memutus mata rantai pengangguran dan kemiskinan di tanah kelahiran kita.
Ketua Umum HIMABA, akrab disapa Imunk menegaskan, bahwa penolakan terhadap investasi tanpa kajian objektif dan rasional merupakan langkah mundur yang merugikan ratusan ribu warga Bangkalan. Di tengah ketatnya persaingan ekonomi antardaerah di Jawa Timur, Bangkalan dinilai tidak boleh menutup diri dan terjebak dalam ego sektoral kelompok tertentu.
“Kami sangat menyayangkan adanya riak-riak penolakan dari segelintir pihak. Pemuda dan masyarakat Bangkalan hari ini butuh kepastian masa depan, butuh lapangan kerja yang luas, dan butuh pertumbuhan ekonomi yang nyata. Menakut-nakuti investor sama saja dengan merampas hak-hak ekonomi masyarakat yang ingin sejahtera,” ujar perwakilan pengurus HIMABA dalam keterangan tertulisnya.
HIMABA mengingatkan semua pihak bahwa fungsi kontrol sosial yang dimiliki oleh ormas seharusnya bersifat membangun (konstruktif), bukan justru menutup ruang gerak pembangunan daerah. Pintu investasi harus dibuka lebar dengan pengawasan yang ketat dan transparan.
“Pilihan kita hari ini hanya dua: ikut berlari mengejar ketertinggalan atau tetap diam menjadi penonton di tengah laju modernisasi. Bagi kami, masa depan pemuda dan kesejahteraan rakyat Bangkalan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan kelompok mana pun,” tutup pernyataan sikap tersebut.
HIMABA juga mengajak seluruh elemen tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat luas untuk bersatu padu mewujudkan Kabupaten Bangkalan sebagai daerah yang ramah investasi (investment-friendly).


