Home Madura Kinerja Buruk, Komisi V DPR Sebut BPWS Tak Berikan Dampak ke Madura

Kinerja Buruk, Komisi V DPR Sebut BPWS Tak Berikan Dampak ke Madura

SHARE
Anggota Komisi V DPR-RI, Sjafiudin Asmoro Saat Menghadiri Acara di Gedung Rato Ebhu Beberapa Waktu Lalu (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Angggota Komisi V DPR RI, Saifuddin Asmoro, menyebutkan kinerja Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) rapuh. Hal itu lantaran badan yang dibentuk untuk meningkatkan wilayah Madura itu hingga kini belum menunjukkan peningkatan secara ekonomi.

“Jadi sebetulnya rohnya (BPWS, red) tugasnya mensejahterakan masyarakat Madura, namun kenyataannya laa yamut laa yahya kan,”tegas dia kepada wartawan saat menghadiri salah satu acara di Bangkalan, Sabtu (18/1/2019).

Tidak hanya itu, Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu serapan anggaran BPWS yang minim juga menjadi lampu merah bagi BPWS. Sebab, sejak didirikan pada tahun 2008 hingga kini belum bisa mendongkrak pembangunan di Madura, terutama sektor ekonomi dan SDM.

Baca Juga:  Jelang Penetapan KPU 22 Mei, Polres Bangkalan Lakukan Razia di Suramadu

“(BPWS, red) tidak bergerak ya tetap seperti ini, jadi ini yang nanti menjadi bahan evaluasi di komisi V dan di Fraksi PKB karena Fraksi kami di PKB sangat menginginkan Madura ini tidak terbelakang seperti sekarang,”kata dia.

Dengan catatan itu, anggaran BPWS terus dipotong lantaran setiap tahun serapan anggaran minim. Komisi V sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja BPWS. Bahkan pihaknya mengancam membubarkan BPWS jika tahun ini tetap dengan kinerja yang buruk.

“Kita evaluasi pada tahun ini, jika BPWS tetap seperti tahun tahun kemarin ya sudahlah bubarin aja, satu kali kesempatan ajalah, karena ini sudah dikasih sanksi oleh temen temen di Komisi V kemarin, anggarannya sudah diminimalisir,”tegas dia.

Baca Juga:  Jelang Pileg dan Pilpres, Polisi Periksa Peralatan Pengamanan

Selain itu, BPWS yang sudah 12 tahun didirikan juga belum menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Madura.

Padahal sejak tahun 2008 silam, anggaran untuk pelatihan peningkatan SDM puluhan miliar digelontorkan, namun kenyataan di lapangan 4 kabupaten di Madura masih menjadi penyumbang IPM terendah di Jawa Timur.

“Anggarannya (tahun 2020,red) sudah diminimalisir, APBN yang 2020 untuk BPWS kurang lebih hanya dua ratu, kalau sebelum sebelumnya ada sembilan ratus, delapan ratus, tujuh ratus, dan tidak terserap, makanya diberikan sanksi,”ungkap dia. (redaksi)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here