kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

KKN Kelompok 05 UTM Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Desa Karang Entang Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan

Pojoksuramadu.com, Bangkalan – Kelompok 05 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunodjoyo Madura menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Bullying di sekolah dasar pada 18 Juli 2026 dan di sekolah menengah pertama pada 20 Juli 2026 di Desa Karang Entang, Kecamatan Kwanyar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun para guru yang turut mendampingi selama sosialisasi berlangsung. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Suasana yang interaktif membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus mendorong siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka.

Materi sosialisasi membahas pengertian bullying, berbagai bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya. Mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Dengan pendekatan yang komunikatif, siswa diajak memahami bahwa setiap orang berhak merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah.

Pada sesi berbagi cerita, mahasiswa KKN memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan pengalaman yang pernah mereka alami maupun saksikan terkait bullying. Salah satu anggota KKN dari Program Studi Psikologi, Zalwa, mengajukan diri sebagai konselor yang siap mendengarkan dan memberikan pendampingan bagi siswa yang membutuhkan teman bercerita atau mengalami kesulitan dalam menghadapi permasalahan pribadi. Kehadiran sesi ini diharapkan dapat memberikan ruang yang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaannya tanpa rasa takut.

Suasana menjadi haru ketika salah seorang siswa dengan berani maju ke depan kelas untuk menceritakan pengalaman dirinya sebagai korban bullying. Siswa tersebut tidak mampu menahan air mata saat mengungkapkan apa yang selama ini dirasakannya, sementara pelaku bullying juga berada di dalam ruangan saat sosialisasi berlangsung.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN memfasilitasi proses mediasi dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh empati hingga akhirnya pelaku meminta maaf secara langsung kepada korban, kemudian keduanya saling berjabat tangan sebagai simbol penyelesaian konflik dan awal untuk membangun hubungan yang lebih baik.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN membagikan sticky note kepada seluruh siswa. Mereka diminta menuliskan pengalaman bullying yang pernah dialami atau disaksikan secara anonim, kemudian menempelkan catatan tersebut pada gambar tubuh manusia yang ditampilkan melalui layar proyektor sesuai dengan bagian tubuh atau aspek yang menjadi sasaran bullying. Bagi siswa yang tidak pernah mengalami bullying, mereka diminta menempelkan sticky note di luar gambar tubuh sebagai simbol bahwa mereka tidak menjadi korban. Kegiatan ini menjadi media refleksi yang membantu mahasiswa memahami bentuk bullying yang paling banyak dialami siswa sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa setiap tindakan bullying dapat meninggalkan luka, baik secara fisik maupun psikologis.

Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 05 Universitas Trunodjoyo Madura berharap para siswa semakin berani berbicara ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari perundungan. Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, guru, dan siswa diharapkan dapat terus terjalin sehingga tercipta budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh peserta didik

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img