Pojoksuramadu.com, Sumenep – 10 Juli 2026 – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal terus dilakukan oleh kelompok KKN 34 Universitas Trunodjoyo Madura di Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Pada Jumat (10/7), Kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat sebagai media tanam yang bernilai ekonomis telah dilaksanakan. Pelatihan dilakukan dengan menghadirkan ibu-ibu Muslimat Desa Sera Tengah sebagai peserta pembuatan cocopeat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan limbah menjadi peluang usaha berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan juga mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah organik.
Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, dikenal sebagai daerah penghasil kelapa melimpah. Potensi tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat setempat setiap tahun.
Namun, limbah serabut kelapa masih sering dibiarkan menumpuk tanpa pemanfaatan yang optimal. Dengan demikian Kelompok KKN 34 Universitas Trunodjoyo Madura berupaya untuk memanfaatkan limbah menumpuk dengan membuat pelatihan yang difokuskan pada pembuatan cocopeat menggunakan limbah serabut kelapa.
Cocopeat merupakan media tanam ramah lingkungan dengan kemampuan menyerap air sangat baik. Selain itu Pemanfaatan limbah kelapa diharapkan mampu menambah pendapatan keluarga melalui usaha skala rumah tangga.


Materi pelatihan diawali penjelasan mengenai manfaat cocopeat bagi sektor pertanian. Selanjutnya peserta mempraktikkan tahapan pengolahan serabut kelapa hingga menghasilkan cocopeat berkualitas baik. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan semangat, aktif, dan penuh antusiasme.
Mereka saling berdiskusi mengenai teknik pengolahan serta peluang pemasaran produk cocopeat nantinya. Kegiatan praktik memberikan pengalaman langsung sehingga peserta lebih mudah memahami setiap proses pengolahan. Hasil pelatihan menunjukkan limbah sederhana dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui pelatihan ini, Desa Sera Tengah menunjukkan komitmen mengembangkan potensi kelapa secara menyeluruh. Pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Inovasi sederhana tersebut membuktikan limbah dapat memiliki nilai tambah apabila dikelola secara tepat.
Keterlibatan ibu-ibu Muslimat menjadi bukti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi desa. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah pelatihan berakhir nanti.
Pengembangan produk cocopeat juga berpotensi memperkuat identitas Desa Sera Tengah sebagai sentra kelapa. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, kesejahteraan masyarakat diharapkan terus meningkat pada masa mendatang dan menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi desa berkelanjutan.


