kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Dorong Potensi Pemuda, Mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Trunojoyo Madura Kenalkan Dunia Esports Free Fire di Desa Dharma Tanjung, Sampang

POJOKSURAMADU.COM, SAMPANG – (Minggu/19/7/2026)  Perkembangan teknologi digital dan meluasnya akses internet kini tak lagi hanya dinikmati oleh masyarakat di kota-kota besar. Gelombang transformasi informasi ini nyatanya telah mengakar kuat hingga ke kawasan pesisir Pulau Madura, salah satunya di Desa Dharma Tanjung, Kabupaten Sampang. Menyadari besarnya antusiasme pemuda setempat terhadap tren game online, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berinisiatif menghadirkan sebuah program yang inovatif dan relevan dengan zaman. Kegiatan ini dilakukan oleh anak-anak KKN Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dengan tujuan utama untuk mengenalkan dunia olahraga elektronik atau esports, khususnya pada permainan battle royale populer Free Fire (FF), agar hobi nongkrong para pemuda dapat terarah menjadi potensi prestasi yang membanggakan. Pemandangan sekelompok pemuda yang asyik menatap layar ponsel cerdas mereka sambil berteriak memberikan arahan kepada rekan setimnya kini menjadi hal yang sangat lumrah ditemui. Dari warung-warung kopi, balai desa, hingga pos ronda di sudut-sudut Desa Dharma Tanjung, aktivitas yang akrab disebut “mabar” atau main bareng ini seolah menjadi rutinitas harian. Kepopuleran Free Fire di kalangan pemuda desa ini bukanlah tanpa alasan. Game besutan developer Garena ini dikenal sangat mudah diakses karena spesifikasinya yang ramah untuk ponsel kelas menengah ke bawah, memiliki durasi pertandingan yang dinamis, serta sangat mengandalkan interaksi sosial dan kekompakan sebuah tim.

Melalui program kerja yang terstruktur, anak-anak KKN UTM hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perspektif baru. Mereka menyadari bahwa jika dibiarkan tanpa arah, bermain game hanya akan berakhir sebagai sarana hiburan pengisi waktu luang semata. Oleh karena itu, para mahasiswa KKN ini merangkul para pemuda desa dan memberikan edukasi bahwa di luar sana, bermain game telah berevolusi menjadi cabang olahraga kompetitif profesional yang menjanjikan. Mahasiswa memfasilitasi kegiatan pengenalan ini melalui diskusi santai, simulasi turnamen mini skala desa, hingga pemaparan mengenai bagaimana sebuah tim esports amatir bisa membangun mentalitas layaknya atlet profesional. Lebih jauh, kegiatan sosialisasi komprehensif yang dipelopori oleh mahasiswa KKN UTM ini secara perlahan mulai menepis stigma negatif yang selama ini melekat di pikiran para orang tua dan tokoh masyarakat. Selama ini, masyarakat tradisional kerap menganggap bermain game hanyalah aktivitas yang membuat anak muda menjadi malas. Namun, mahasiswa KKN berhasil menjelaskan bahwa dalam ekosistem esports yang kompetitif dan terarah, para pemain justru dituntut untuk memiliki ragam keterampilan soft-skill yang penting. Di balik keseruan mengejar Booyah (istilah kemenangan dalam game Free Fire), para pemuda ini secara tidak sadar dilatih untuk mengasah kemampuan komunikasi, meredam ego pribadi demi tim, berpikir kritis dan mengambil keputusan di bawah tekanan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Selain fokus pada pengembangan bakat mekanik di dalam game, mahasiswa KKN Universitas Trunodjoyo Madura juga menekankan poin yang paling krusial bagi anak muda, yakni manajemen waktu. Anak-anak KKN ini memberikan pemahaman mendalam bahwa seorang pemain esports yang hebat adalah mereka yang tahu kapan waktu yang tepat untuk berlatih dan kapan waktu untuk menunaikan kewajiban di dunia nyata. Hal ini mencakup keseimbangan antara hobi dengan pendidikan di sekolah, pekerjaan, membantu orang tua, bersosialisasi dengan warga sekitar, dan tentu saja kewajiban beribadah. Pemahaman tentang gaming sehat inilah yang menjadi kampanye utama dari tim KKN UTM. Kegiatan pengenalan dan pewadahan hobi digital ini mendapat respons yang sangat antusias, baik dari kalangan pemuda maupun dari perangkat Desa Dharma Tanjung. Langkah awal yang berani ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas esports resmi di tingkat desa yang terorganisir dengan baik. Dengan adanya dasar pendampingan yang telah dirintis oleh mahasiswa KKN UTM ini, masyarakat kini memiliki harapan baru. Bukan sebuah hal yang mustahil jika dari warung-warung kopi sederhana di pesisir Dharma Tanjung ini, kelak akan lahir atlet-atlet esports berbakat yang siap mengharumkan nama desa dan Kabupaten Sampang di kancah turnamen berskala provinsi maupun nasional.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img